Nasabah Century Desak Sri Mulyani Dicekal

Menjabat sebagai Managing Director Wolrd bank per 1 Juni 2010 mendatang, membuat Sri Mulyani Indrawati harus mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.
Tapi, hal itu justru membuat kesal para nasabah Bank Century di Solo. Hari ini, Kamis 6 Mei 2010 mereka menuntut agar pemerintah mencekal Sri Mulyani berangkat ke Amerika. Mereka menganggap Sri Mulyani sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus Bank Century.
Sebagaimana diketahui, di Solo terdapat 34 nasabah Bank Century yang sampai saat ini tak jelas nasib uangnya yang disimpan di Bank Century. Dana tersebut mencapai Rp 40 miliar. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri Solo.
Salah seorang korban nasabah Century, Aji Chandra menduga pengunduran diri Sri Mulyani adalah untuk mengalihkan perhatian agar masalah Century segera ditutup. Pemerintah seharusnya menolak pengunduran diri dari Sri Mulyani.
“Kalau memang akan pindah ke World Bank, pemerintah seharusnya mencekal. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan Sri Mulyani terkait bailout Century,” kata dia kepada VIVAnews di Solo, Kamis, 6 Mei 2010.
Sebenarnya, lanjut dia sebagai warga negara sangat bangga dengan diberi kepercayaannya Sri Mulyani oleh Bank Dunia untuk menduduki jabatan penting.
Hanya saja pemeriksaan dan penuntasan kasus Century harus tetap berjalan. Pasalnya, jika sampai pindah ke luar negeri dipastikan pemeriksaan akan tersendat.
“Jika berani berbuat, maka Sri Mulyani harus berani bertanggung jawab karena ikut membantu bailout Century. Mengucurkan bailout Rp 6,7 triliun saja tak masalah tetapi kenapa membayar dana nasabah korban Bank Century sebesar Rp 1,5 triliun tidak juga kunjung cair,” tutur dia.
Hal senada juga dikatakan oleh nasabah korban Century lainnya, Azzam Hisyam. Menurutnya, lebih baik mengundurkan diri sebagai pahlawan jika masalah Century diselesaikan lebih dahulu.
“Kalau memiliki jiwa nasionalisme kuat kenapa lebih mementingkan Bank Dunia daripada kepentingan nasional,” jelasnya. Sebab, lanjut dia jika Sri Mulyani mulai bekerja di Amerika maka otomatis permasalahan ini sudah putus atau sudah selesai. (vivaNews)