MENJELANG akhir masa kerja Pansus Angket Century DPR RI, Partai Demokrat lebih intens melobi partai-partai koalisi agar bersuara seperti yang diinginkan partai besutan SBY ini. Intensitas lobi tersebut tidak saja bersifat seduktif seperti tawaran kursi menteri di kabinet, tetapi juga teror seperti isu perombakan (reshuffle) kabinet, penindakan terhadap pengemplang pajak (dipahami publik tertuju kepada Aburizal Bakrie), pengungkapan tuduhan korupsi terhadap mantan pejabat tinggi dan anggota DPR yang juga merupakan tokoh partai. Lobi tersebut disinyalir sampai ke tempat Karoeke Senayan City.
Apa gerangan yang membuat Demokrat begitu intens melakukan lobi politik khususnya dalam kasus Century ini? Kalau Demokrat tidak terlibat dalam skandal Bank Century ini, mengapa ia begitu tampak seperti gerah ketika partai Koalisi kritis dalam mengungkap Century. Inilah salah satu bentuk anomali politik Demokrat.
Jika SBY dan Partai Demokrat selalu mendengung-dengungkan komitmen untuk mengungkap kasus itu secara terang benderang, mengapa harus ada lobi-lobi intensif untuk memandulkan pansus? Itu mencederai komitmen mereka. Dengan lobi mereka, Demokrat bukan saja ingin menyelamatkan SBY, tapi juga Boediono dan Sri Mulyani. Bagi Demokrat, keduanya tidak bersalah dalam bailout Bank Century karena kebijakan tersebut untuk menyelamatkan perbankan dari krisis. Nampaknya Boediono dan Sri Mulyani menjadi kartu trup Demokrat dalam skandal Century ini. Diduga Sri Mulyani tidak tinggal diam bila akhirnya harus dikorbankan oleh Demokrat dalam skandal Century ini. Inilah yang membuat Demokrat sampai saat ini gigih melindungi Sri Mulyani.
Lobi politik Demokrat tersebut walau ditentang oleh beberapa partai koalisi namun terbukti ada efeknya. Pemerhati komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Effendi Gazali, berpendapat bahwa lobi yang terjadi di antara partai politik pansus terlihat efektif. Buktinya, dalam pandangan awal tentang aliran dana Bank Century, Rabu lalu, tidak ada fraksi yang secara eksplisit menyebutkan ke mana, kepentingan apa, serta siapa yang terlibat. Hal tersebut jelas membuat pesimisme rakyat terhadap Pansus dan DPR secara umum. Padahal, banyak orang yang berharap kepada Pansus.
Seperti sering dinyatakan oleh Bambang Soesatyo, Fraksi Partai Golkar, Demokrat ternyata memang menerima aliran dana Century walaupun tidak langsung. Seperti kita ketahui, PT. Asuransi Jaya Proteksi (AJP), salah satu nasabah Century yang menarik uangnya dalam jumlah besar, adalah salah satu penyumbang dana SBY-Boediono. Terdapat dua kali sumbangan pada Juni 2009. Yang pertama berjumlah Rp600 juta dan yang kedua berjumlah Rp855 juta.
Penerimaan dana Demokrat dari PT AJP tersebut semoga tidak melanggar UU yang berlaku. Tetapi penarikan PT AJP dalam jumlah besar dari Century merupakan pelanggaran perbankan karena saat itu pencairan dibatasi hanya 2 milyar.
Selain itu, Demokrat juga nampaknya tutup mata atas kekisruhan aliran dana Century. Pansus Century menemukan fakta dilapangan terjadinya usaha sitemik pencairan dana Century yang illegal dan mencurigakan. Banyak pengamat menilai bahwa kekisruhan atas lairan dana tersebut seperti deposito fiktif, pemecahan deposito menjadi 2 milyar, dan rekening fiktif adalah usaha perampokan sistemik atas dana bailout Century. Sementara itu Demokrat hanya melihat hal tersebut sebatas kekeliruan dan kesalahan manajemen Bank Century. Ironis..!
Kekisruhan aliran dana tersebut diduga terkait dengan konspirasi tingkat tinggi. Berbagai kejanggalan dalam proses bailout Century mulai dari FPJP dan PMS, dan kini terbukti bailout Century tersebut bermasalah di aliran dana, sangat irasional bila menyatakan hal tersebut hanya sekadar kejahatan perbankan semata. Kekisruhan aliran dana Century adalah bukti bahwa terdapat adanya kepentingan politik dan kekuasaan dalam proses bailout Century. Sebab itu, pansus Century harus bisa mengungkap semua fakta yang terjadi di kekisruhan aliran dana tersebut.
Sebab itu sungguh mengherankan bila Demokrat masih berpendapat bahwa proses bailout Century tidak bermasalah. Dan lebih mengherankan lagi bila Demokrat menilai bahwa kekisruhan aliran dana Century hanya kesalahan manajemen Bank Century. Lobi Demokrat ke partai lain jelas berada di garis ini. Apakah lobi tersebut bukti bahwa Demokrat terlibat aliran dana Century? (Jakartapress)

Post a Comment