Showing posts with label aliran sesat. Show all posts

7:36 AM

Foto: Barcroft Media
Jakarta Mangli Munda, seorang gadis berusia 18 tahun dari India, telah menjadikan seekor anjing liar sebagai suaminya setelah ia dan hewan berkaki empat tersebut menyelesaikan proses pernikahan yang sangat aneh ini melalui sebuah upacara adat.
Mangli Munda adalah seorang gadis dari sebuah desa terpencil yang bernama Jharkhand, negara bagian timur India. Ia bersama dengan keluarga besarnya harus melangsungkan ritual pernikahan adat ini setelah guru lokal mampu meyakinkan keluarganya bahwa ia tengah berada di bawah mantra jahat. Menikahi seorang pria hanya akan membawa kehancuran bagi keluarga dan masyarakat, demikian seperti dilansir Barcroft Media.
Dijelaskan bahwa, pengantin pria berkaki empat yang bernama Sheru, akan segera membutuhkan sebuah upacara tersendiri karena hewan itu yang akhirnya akan berfungsi sebagai penyelamat untuk kemalangan Munda ini.
"Saya menikah dengan anjing karena para tetua desa percaya bahwa mantra jahat saya akan diteruskan kepada anjing. Setelah itu dilakukan, seorang pria yang kemudian akan menikah dengan gadis tersebut akan memiliki umur panjang", kata Munda.
Awalnya Munda tidak senang ketika diberitahu bahwa dia harus menikahi Sheru. Munda tahu jika ia akan mengikuti seperti jejak rekan-rekan desanya, yang juga dipaksa untuk menikah dengan hewan liar berkaki empat tersebut.
"Desa saya mengatakan bahwa banyak gadis seperti saya telah mengikuti ritual ini dan mereka telah berhasil menyingkirkan mantra jahat mereka, hingga kemudian menjalani kehidupan bahagia sekarang", ungkapnya.
Ibu Munda, Devi, mengatakan bahwa, terlepas dari kenyataan bahwa pengantin pria adalah seekor anjing, namun mereka tetap harus mengikuti semua adat istiadat. Mereka menganggap bahwa, menghormati anjing seperti menghormati pengantin pria normal.
Menurut laporan, upacara adat pernikahan Munda dan Sheru ini dihadiri oleh sekitar 70 anggota desa setempat. Para tetua mengatakan bahwa ini adalah satu-satunya cara dan jalan keluar agar Munda dapat menikmati kehidupan yang harmonis kelak.
Munda sekarang harus hidup dengan Sheru dan membesarkannya selama beberapa bulan ke depan. Tapi untungnya pernikahan adat ini tidak benar-benar mempengaruhi kehidupan cinta yang sesungguhnya kepada pria idamannya.
Kebiasaan desa mengatakan bahwa ia bebas untuk menikah lagi dengan pria sesungguhnya tanpa harus melalui sebuah perceraian dengan hewan yang telah dinikahi sebelumnya.
[www.globalmuslim.web.id]

steven tari 420x281 Pimpinan Sekte “Black Jesus” Tewas Dicincang Penduduk Desa

PIMPINAN sekte “Black Jesus” yang dicurigai kerap melakukan ritual kanibalisme, dikabarkan telah dicincang sampai mati di sebuah desa terpencil di Papua Nugini.

Steven Tari, pemimpin sekte yang tengah menjalani hukuman penjara, telah melarikan diri dari sebuah penjara di Madang dengan 48 orang lain pada Maret tahun ini.
Sylvester Kalaut, kepala polisi Madang, mengatakan pada Jumat (30/8) bahwa Tari dan salah satu pengikutnya ditemukan tewas di sebuah desa sekitar 20 km di luar Madang, pada hari Kamis (29/8) karena mereka menyerang seorang wanita muda.
“Dia sekarang sudah mati dan ini bisa saja nasib ini akan dialami pula oleh pengikut ajaran Tari yang juga melarikan diri. Kami mendesak mereka untuk segera menyerahkan diri kepada pihak berwenang,” kata Kalaut, seperti yang dilansir media PNG Post-Courier.
Tari, seorang pastor Lutheran gagal yang secara luas dikenal sebagai “Black Jesus” dinyatakan bersalah pada tahun 2010, karena terbukti telah memerkosa gadis yang ikut sekte berbasis Kristen yang dipimpinnya. Ia dijatuhi hukuman hingga 10 tahun penjara.
Pada saat itu, ia memiliki ribuan pengikut di berbagai desa, termasuk prajurit inti bersenjata untuk melindungi dirinya. Media PNG menyebutnya sebagai “kultus kargo.
Sebagai bagian dari “pengorbanan,” ia berkhotbah bahwa gadis-gadis muda itu harus “menikah” dengannya, karena ini adalah nubuat Tuhan.
Kalaut menambahkan bahwa perempuan yang menjadi korban Tari adalah seorang gadis yang tertipu untuk bergabung dengan sekte “Black Jesus.” Akhirnya, penduduk desa yang mengetahui kejahatan Tari, marah dan mengepung dia serta rekannya dan kemudian membunuh mereka.
Seminggu sebelum kasus ini terjadi, seorang gadis SMA ditemukan tewas mengenaskan, diduga ia menjadi korban pembunuhan dan kanibalisme yang dilakukan oleh Tari. [sm/islampos/png/wb/www.globalmuslim.web.id]

subur-jpeg.image
JAKARTA- Aksi istri-istri Subur yang tampil di TV dan mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dinilai sebagai sebuah sikap nekat yang tidak menggunakan akal sehat.
“Subur telah melecehkan fatwa MUI, dengan membiarkan istri-istrinya tampil dalam acara beberapa stasiun televisi,” ujar Fahmi Salim, Tim Peneliti MUI berkaitan sepak terjang guru klenik yang menghebohkan jagat berita beberapa bulan terakhir.
Menurut Fahmi Salim, sikap para istri Subur dinilai pembangkangan terhadap keputusan MUI, karena semestinya keputusan MUI itu dilaksanakan bukan diumbar terkait pelanggaran syariatnya.
Sebelumnya, MUI  memutuskan Subur telah melakukan pelanggaran syariat dimana ia memiliki istri sebanyak tujuh orang. Karena itu, MUI meminta Subur menceraikan istri kelima, enam, dan ketujuh. Namun ternyata hingga detik ini Subur tak mematuhi permintaan itu, sebaliknya mendorong istrinya tampil di depan publik.
“Keputusan MUI bukan perintah yang harus dinegosiasi, tetapi perintah untuk ditaati,” ungkap Fahmi Salim seperti dikutip hidayatullah.com, Senin (6/5/2013).
Ia bahkan sangat  menyayangkan sikap Subur yang tak peduli pada keputusan MUI.Menurut Fahmi, tidak patuhnya Subur yang memiliki istri 7 orang hingga saat ini telah masuk kategori penodaan agama, pelanggaran syariat dan UUD Perkawinan tahun 1974.
Karena itu, menurutnya, sudah seharusnya diproses di kepolisian. Ia juga berharap ada ormas-ormas Islam yang melaporkan Subur pada kepolisian agar segera diproses secara hukum atas dasar penodaan agama.
Seperti diketahui, MUI mengeluarkan fatwa tanggal 22 April 2013 yang menyatakan paham dan pengamalan keagamaan Subur telah menyimpang dari akidah dan syariat Islam karena melakukan praktik perdukunan dan ramalan.
Selain itu, MUI menyebut Subur telah melakukan penyimpangan dari syariat Islam dengan beristri lebih dari empat orang. (hidayatullah.com.,www.globalmuslim.web.id]

ChileBabyBurned
Sebuah sekte keagamaan di Chile muncul dengan tata ibadah mengerikan. Seorang bayi perempuan berusia tiga tahun dilempar ke dalam api unggun dan dibakar hingga tewas dalam sebuah ritual mengerikan yang dilakukan sekelompok sekte sesat di Chile.
Bayi itu dibakar hidup-hidup karena dianggap mahluk anti Tuhan dan meyakini dunia sebentar lagi akan kiamat. Sebelumnya, bayi yang baru berusia tiga hari itu dibawa ke sebuah bukit di Kota Colliguay, dekat Pelabuhan Valparaiso, pada 21 November lalu.
“Bayi itu ditelanjangi, dibungkam mulutnya agar tidak teriak. Ia diletakkan di papan. Setelah memanggil ruh, ia dilempar ke api,” ujar Miguel Ampuero dari Unit Investigasi Kepolisian Chile, setara Biro Penyelidik Federal AS (FBI) di negara itu, Jum’at (26/4/2013).
Si bayi kemudian dilempar ke api unggun. Ibunda di bayi, Natalia Guerra (25), dikatakan menyetujui pengorbanan itu dan termasuk salah satu tersangka.
Polisi dikabarkan telah membekuk empat anggota sekte sesat di Chile itu. Aparat mengatakan, sekte beranggotakan 12 orang ini dibentuk pada 2005 dan dipimpin seorang pria bernama Ramon Gustavo Castillo Gaete (36) yang hingga kini masih diburu polisi. (Pz/Islampos/AP/Dailymail/www.globalmuslim.web.id)

JAKARTA - Bagi umat Islam, surat Al-Fatihah adalah surat yang paling sering dibaca, bahkan anak-anak TPA pun hafal dengan lancar. Tapi yang amat memalukan, orang setua Eyang Subur, saat diminta Ketua MUI membaca surat Al-Fatihah, justru belepotan bahkan ada ayat yang tak dihafal.

Padahal, MUI belum menguji ke hal-hal lebih teknis seperti tata cara dan bacaan shalat lima waktu dan semacamnya saat Eyang Subur mendatangi MUI.

"Kita minta baca surat Al-Fatihah, belum nyuruh shalat. Dia (Eyang Subur) terbata-bata membacanya dan ada ayat yang lupa. Setelah itu dia mengatakan saya bukan orang alim," ungkap Umar Shihab kepada wartawan, Kamis (18/4/2013).
...Kita minta baca surat Al-Fatihah, belum nyuruh shalat. Dia (Eyang Subur) terbata-bata membacanya dan ada ayat yang lupa

Menurut Ketua MUI Pusat, orang yang jarang membaca surat Al-Fatihah pasti akan salah.

"Ada ayat yang dia lupa dan membacanya terbata-bata. Mungkin grogi karena membacanya di depan ulama. Kalau orang yang jarang baca Al-Fatihah, pasti akan salah,"  ujarnya.

Untuk itu MUI menyatakan Eyang Subur harus bertaubat dan akan membinanya. "Jelas dong, dia harus dibina, harus tobat," bebernya.

Eyang Subur sendiri mendatangi kantor MUI pada Senin (15/4/2013) kemarin. Kunjungannya tersebut merupakan permintaan dari MUI untuk mengklarifikasi terkait tuduhan penyebar aliran sesat. [Widad/trb/www.globalmuslim.web.id]

Bandung-Pertmuan Ormas Islam-MUI Jabar membahas aliran sesat-jpeg.image
Pertemuan Ormas Islam dengan MUI Jabar
BANDUNG: Ajaran Baha’i yang telah dibekukan oleh Pemerintah pada tahun 1982 rupanya kembali menggeliat.
Kemunculan aliran sesat dan menyesatkan ini disinyalir mendapat dukungan dari pengasong SEPILIS (Sekularis, Pluralis & Liberalis) untuk diakui sebagai agama resmi di negeri ini.
Hembusan angin segar untuk komunitas ini telah sampai ke Kementerian Agama di Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat. Mereka meminta kepada Pemerintah agar menjadi agama resmi yang diakui.
Hal ini terungkap dalam pertemuan Forum Islami (FIS) dengan sejumlah ormas yang diikuti kontributor salam-online, di Bandung.
Pada pertemuan yang berlangsung, Senin (11/3/2013) di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat ini, dilaporkan berbagai aliran sesat yang ada di wilayah ranah Sunda. Sekjen MUI Jawa Barat, KH Rafani Akhyar selaku shohibul bait turut dalam pertemuan ini..
Suryana Nurfatwa, juru bicara FIS, mengungkapkan bahwa pihaknya beberapa bulan lalu  di SMPN 1 Cimaung Kabupaten Bandung mendapatkan seorang siswi tidak mau mengikuti pelajaran pendidikan Islam. Ternyata, siswi tersbut menganut Baha’i. Selidik punya selidik, siswi itu adalah putri dari salah seorang tokoh Baha’i yang ada di Kota Bandung.
FIS segera melaporkan hal tersebut kepada instansi terkait. Walaupun Baha’i itu menjadi agama resmi, pihaknya tetap waspada dan membentengi akidah umat Islam dari upaya pemurtadan dari mereka yang menganut ajaran Baha’i dan lainnya.
“Tampak kalau selintas seperti ajaran Islam. Padahal sesungguhnya sangat jelas aliran tersebut adalah ajaran sesat dan bertentangan dengan Islam,” terang Suryana yang menegaskan di Jawa Barat sendiri terdapat 258 aliran sesat.
Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Barat, KH Rafani Akhyar mengatakan saat ini, dari hasil investigasi, terfokus di tiga wilayah yaitu Jakarta, Makasar, Surabaya dan rencananya Kabupaten Bandung, Baha’i akan menjadi pusat ajaran.
“Bahayanya ajaran ini adalah percampuran (sinkretisme) Islam, Zoroaster dan Yahudi dan muncul serta berkembang di wilayah rafah, Palestina yang dikuasai oleh Zionis Yahudi,” ungkap Rafani Akhyar.
Rafani menambahkan, memang sepertinya ada pihak-pihak yang bermain agar ajaran ini diterima dan menjadi agama resmi. Mereka berlindung di balik nama HAM dengan mengedepankan UUD 1945 pasal 29 ayat e tetapi mereka tidak memperhatikan ayat c yang berisikan tentang aturan di dalam menyebarkan agama.
“Ya, MUI Jawa Barat tetap berjuang untuk bersama-sama bisa menyelamatkan umat dari aliran ini,” imbuh Rafani seraya mengingatkan umat Islam agar bermain cantik dalam menyusun strategi sehingga pihak-pihak yang menginginkan Baha’i menjadi agama resmi di negeri ini tak tak berhasil melaksanakan ambisinya.
MUI dan Ormas Islam Jawa Barat sepakat agar aliran Baha’i ini tidak berkembang di Jawa Barat apalagi menjadi agama resmi di negeri ini.(dendy/salam-online/www.globalmuslim.web.id)

Nabi Palsu dari lereng gunung lawu Karanganyar-jpeg.image
KARANGANYAR: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memutuskan aliran Jamaatul Muslimin dari lereng Gunung Lawu, yang mengangkat mendiang Rohmad sebagai Imam setingkat Nabi, sebagai ajaran sesat.
MUI juga meminta agar aliran tersebut tidak disebarluaskan. Untuk itu, MUI menyerahkan kepada Polres Karanganyar untuk mengambil langkah tegas.
Ketua MUI Karanganyar, Jawa Tengah, Zainuddin, mengatakan, keputusan yang diambil MUI karena aliran ini  mempercayai Rohmad menerima wahyu dari Allah SWT melalui “malaikat Jibril”.
Fatwa sesat itu diperkuat, setelah pihaknya menggelar tabayun dengan kelompok tersebut, dan memperlajari buku pedoman yang dipercaya sebagai kumpulan wahyu dari “malaikat Jibril”.
“MUI sudah menyatakan aliran Jamaah Muslimin sebagai aliran sesat, dan sudah terjadi kesepakatan Aliran pimpinan Suparmin siap dibimbing MUI untuk kembali ke jalan benar,” jelas Zainuddin kepada wartawan di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (22/2/2013).
Menurut Zainuddin, sangat berbahaya bila paham yang dianut aliran tersebut disebarluaskan. Pasalnya sudah sangat jelas, Rasulullah tidak pernah menyampaikan pesan sepeninggalnya akan ditunjuk seorang Imam atau ada Nabi lain sesudah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
“Rasulullah sudah sangat jelas dan menjelaskan, setelah dirinya tidak akan ada nabi lain sesudahnya hingga hari akhir. Selama ini penganut Jamaatul Muslimin melakukan upaya memahami dan memaknai Al-Qur’an tidak menggunakan kaidah-kaidah baku,” paparnya.
Zainudin menambahkan, sangat berbeda bila aliran ini mendeklarasikan sebagai paham kepercayaan baru dan tidak menistakan Islam.
“Kami tidak akan mencap aliran ini sebagai aliran sesat, apabila aliran ini mengumumkan sebagai agama baru, dan tidak ada hubungannya dengan Islam, silakan saja,” pungkasnya. (okezone/salam-online/www.globalmuslim.web.id)

KARANGANYAR : Orang yang diduga mengaku sebagai nabi di lereng Gunung Lawu Karanganyar berinisial S sudah dalam penelitian Kantor Kementerian Agama Karanganyar. Bahkan sudah dilaporkan ke MUI dan juga ke Badan Litbang Kementerian Agama di Jakarta.
Nabi Palsu-mui-duga-nabi-palsu-di-gunung-lawu-bernama-sutarmin-merdeka.com-jpeg.image“Kami sudah memantau sejak lama, karena keberadaan orang yang diduga mengajarkan syariat baru itu sudah sejak tahun 1990-an. Ini merupakan penerusnya. Hanya saja tidak melembaga. Dia hanya sekadar memberi pengajian di masjid dekat rumahnya,” kata Nurhadi, Kasi Penerangan Masyarakat Kantor Kemenag Karanganyar.
Karena itulah beberapa warga melapor kepada Kantor Kemenag agar dilakukan pembinaan dan penyelidikan. Apalagi peserta pengajiannya semakin lama juga semakin banyak meski tidak diwadahi dalam lembaga resmi.
“Karena dinilai bisa memunculkan kerawanan, saat bertemu dengan Pak Kapolres kami melaporkan hal itu. Harapannya masalahnya segera bisa diselesaikan melalui Forum Komunikasi Kewaspadaan Dini Masyarakat, (FKDM).Apalagi semua tokoh agama aktif di lembaga itu,” kata dia.
Desas-desus perihal adanya nabi palsu maupuan aliran sesat di Kecamatan Matesih, Karanganyar, sudah beredar lama.
Parahnya lagi sederet kabar miring beredar ihwal nilai-nilai ajaran tersebut hingga teknis ritualnya. Salah seorang warga Matesih, berinisial A, mengungkapkan, kabar yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa ajaran yang disampaikan S jauh menyimpang dari syariat Islam.
Mulai dari ritual haji yang tidak dilakukan di Tanah Suci, melainkan di puncak Gunung Lawu, hingga ketentuan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha. Kabar yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa pengikut S tidak berkurban dengan ternak melainkan dengan buah pepaya.
S, warga Girilayu, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, tidak memungkiri jika dirinya kenal almarhum R, yang dituding telah mengangkat dirinya sebagai nabi.
“Saya memang kenal dengan R, tapi dia bukan guru saya. Karena dalam agama Allah, tidak ada istilah guru dan murid, tetapi kalau orang kemudian mengatakan guru dan murid silahkan. Ini bukan sekolahan,” kata S kepada Okezone di kediamannya, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2013).
S menilai, selama kenal R tidak ada ajaran atau perilaku yang menyimpang.“Semuannya sesuai dengan yang diajarkan dalam agama, rukun imam, dan rukun Islam,” bebernya.
Seperti tudingan yang dialamatkan kepada pihaknya, S juga membantah bahwa R pernah mengangkat dirinya sebagai nabi, termasuk mengubah dua kalimat Syahadat.
Untuk menunjukkan dirinya dan R tidak menyimpang dalam ajaran Islam, S memperlihatkan buku bersampul warna kuning yang berisi tentang pedoman yang bertuliskan
“Kunci Pedoman Bagi Imam dan Jamaah Muslimin Untuk 100 Tahun Sepeninggalnya Imam Guna Memenuhi Hak-haknya Allah tentang Amanatnya di Dalam Allah memberi Peringatan Baru Kepada Kita Sekalian”
Menurut S, buku yang ditulis dengan menggunakan tangan tersebut bukan kitab atau ajaran-ajaran yang sengaja dibuat R dan diteruskan ke dirinya. Buku pedoman tersebut hanya berisi tentang semua ajaran yang tertulis dalam Al-Qur’an.
Sedangkan Imam yang dimaksud dalam buku pedoman tersebut, menurut S, bukanlah R. Imam yang tertulis dalam buku pedoman tersebut, yakni siapa saja yang dipercaya sebagai Imam.Lereg gunung Lawu-jpeg.image
“Itu berlaku hanya untuk 100 tahun saja. Sesudah itu tidak berlaku sudah tidak murni lagi. Siapa saja yang dijadikan Imam. Kalau yang dimaksud itu, bisa. Dan buku pedoman tersebut bukan kita, namun hanya pedoman untuk menjalankan perintah Allah,” ujar S tanpa mempertegas Imam yang dimaksud dalam buku pedoman tersebut.
Menyangkut adanya masjid yang dipergunakan S untuk menyiarkan agama barunya tersebut, kembali dibantahnya. S mengatakan, dirinya tidak memiliki masjid seperti yang ditudingkan.
Namun menurut MUI Karanganyar,  nabi palsu S di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah,  sudah meresahkan. Informasi yang diterima MUI, S bahkan sudah mengangkat orang sebagai nabi palsu lainnya. (okezone, Rabu/30/1/2013).
Menurut Zaenudin, S guru agama SD yang sudah pensiun itu diangkat oleh nabi palsu sebelumnya bernama Rohmad. Kini Rohmad sudah meninggal dan ajarannya diteruskan oleh S.
Dalam menjalankan ajarannya, Rohmad berani mengubah dua kalimat syahadat. “Rohmad berani mengganti dua kalimat syahadat, mengubah nama Nabi Muhammad dengan namanya sebagai utusan Allah,” paparnya.
S  juga diketahui pernah mengangkat seorang pengikutnya sebagai nabi yakni SM, yang berprofesi sebagai guru agama dan tinggal di Kecamatan Kerjo, Karanganyar.
MUI, tambah Zaenudin, pernah memanggil S untuk dimintai keterangan dan diimbau bertaubat. “Tapi undangan MUI berkali-kali ditolak S mentah-mentah.Bahkan S menganggap MUI yang menyimpang,” jelasnya.
Untuk itu Kapolres Karanganyar AKBP  Nazirwan Adji Wibowo meminta S selaku tokoh sentral aliran tersebut kooperatif dengan segera memenuhi undangan pertemuan Kemenag.
“Silakan beri keterangan langsung kepada Kemenag, jangan hanya kepada media massa, supaya duduk persoalannya jelas,” pinta kapolres.
Salah seorang pengikut atau jemaah dari aliran yang disebarkan oleh S, yakni EBS, membantah tudingan yang menyebutkan kelompoknya menganut ajaran sesat.
Saat ditemui Solopos.com, Kamis (31/1/2013), EBS menyatakan ajaran yang dia anut mengakui Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai Nabi dan Rasul terakhir sepanjang zaman.
Laki-laki berperawakan tinggi itu juga membantah desas-desus yang menyebutkan bila ritual keagamaan kelompoknya menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad.
Dugaan kemunculan nabi palsu di Karanganyar membuat sejumlah pihak angkat bicara. Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, menjelaskan figur yang disinyalir mengaku sebagai nabi dan menyebarkan aliran sesat berinisial R berasal dari Kecamatan Kerjo.
Salah satu staf Kelurahan Giri Layu yang tidak mau disebutkan namannya mengatakan, dari data yang dimiliki pihak Kelurahan, S dan istrinya bukan asli penduduk Giri Layu, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah.
“Keduanya menetap di Giri Layu saat S mengajar di SD setempat. Kalau aslinya bukan dari sini, tapi dari luar daerah, Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo dan Klaten,” kata staf kelurahan yang memiliki postur tubuh gemuk kepada Okezone, sambil menunjukan SD Giri Layu yang letaknya tepat di depan Kantor Kelurahan, Jumat (1/2/2013).
Menyangkut adannya kabar S telah mengangkat dirinya sebagai nabi, pria gemuk itu mengaku juga tidak mengetahuinya. Menurut dia, S memang memiliki pengajian sendiri dan hanya dilakukan di masjid dekat tempat tinggalnya.
Dari keterangan yang diperoleh staf kelurahan, Okezone menyusuri keberadaan masjid yang dimaksud. Masjid yang dilansir banyak pihak sering dipergunakan sebagai lokasi pengajian tersebut berada tak jauh dari kantor Kecamatan matesih dan berada di pinggir anak sungai yang banyak bebatuan.
AKBP Nazirwan Adji Wibowo
Untuk menuju ke lokasi masjid, ada jembatan besi penghubungnya. Sayangnya, masjid tersebut tidak ada namanya. Salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi tersebut mengaku tidak tahu sama sekali masjid tersebut.
Gatot (bukan nama sebenarnya), warga sekitar, mengaku, belum pernah sekalipun dirinya melaksanakan ibadah shalat di masjid tersebut. Dia mengaku tidak mengenal sama sekali orang-orang yang melaksanakan ibadah di masjid tersebut.
“Jangankan saya, lah yang tinggal tepat di samping masjid itu saja tidak pernah shalat di situ. Bukannya dilarang, tapi karena yang datang saya tidak mengenalnya,” jelasnya. (solopos/okezone/salam-online/www.globalmuslim.web.id)

gunung Lawu-karanganyar-perbatasan jateng-jatim-jpeg.image
KARANGANYAR . Ini kabar Nabi Palsu dari Karanganyar, Jawa Tengah. Polres Karanganyar tengah mendeteksi kabar munculnya seorang warga yang mengaku nabi.
Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Aji Wibowo, mengatakan, pihaknya telah mengetahui persis keberadaan nabi palsu tersebut berada di sekitar daerah lereng Gunung Lawu.
Demikian disampaikan AKBP Nazirwan Adji Wibowo kepada wartawan seusai penyampaian visi dan misi 2013 di Gedung Wanita, Selasa (29/1/2013).
Menurut Kapolres, pihaknya mendapatkan laporan terkait munculnya nabi palsu di Karanganyar dalam beberapa bulan ini. Kendati demikian, Kapolres enggan membeberkan identitas dan alamat nabi palsu tersebut.
“Yang terbaru, ada laporan mengenai nabi palsu di Karanganyar. Kami akan mengawasi dan memantau nabi palsu tersebut,” katanya kepada wartawan, Selasa (29/1/2013)
Polres Karanganyar, ujar Nazirwan, sudah melaporkan munculnya nabi palsu tersebut kepada Bupati Karanganyar. Para tokoh masyarakat akan dilibatkan untuk mengantisipasi aliran sesat yang bernabi palsu ini, sehingga tak menyebar, dan tidak memunculkan konflik horizontal..
Nazirwan memberi contoh, kasus perusakan rumah milik salah satu pengikut ingkar sunnah yang terjadi pada 2012 lalu. Kasus itu dirampungkan dengan mempertemukan pihak terkait dengan para tokoh di Karanganyar, sehingga permasalahan tidak melebar dengan konflik horizontal.
Kapolres menyatakan kekhawatiran, jika aliran sesat yang mengakui adanya nabi palsu itu dibiarkan terus berkembang, bisa membahayakan wilayahnya.Jika sudah demikian, gesekan dan konflik horizontal kemungkinan besar akan terjadi.
Kapolres-Karanganyar-AKBP-Nazirwan-Adji-Wibowo-jpeg.image
AKBP Nazirwan Adji Wibowo
Jika sudah tahu ada aliran sesat dengan nabi palsu, mengapa tak dibubarkan saja dan tangkap nabi palsunya? Yang baru terduga “teroris” saja cepat sekali digerebek bahkan ditembak mati, mengapa yang sudah jelas-jelas sesat, malahan mengaku nabi, kok tak segera ditindak?
Kata Kapolres, pihaknya akan melakukan tindakan tegas setelah hasil pemantauan intelijen tentang nabi palsu sudah lengkap. Jika tak bisa dibina (disadarkan), maka bubarkan, ujar Kapolres.
Ia memastikan sudah melakukan koordinasi untuk menyelesaikan kasus ini.“Dalam koordinasi dengan bupati dan muspida, kami sudah tekankan masalah ini untuk segera diselesaikan, kalau memang tak bisa dibina, bubarkan…!” tegasnya. (salam-online/dari beberapa sumber)/www.globalmuslim.web.id)

KUPANG, - Organisasi masa (ormas) Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang diduga kuat merupakan reinkarnasi dari aliran sesat Al Qiadayah Al Islamiah pimpinan Ahmad Mushoddeq, mulai melebarkan saypnya di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Ormas itu kini diawasi secara ketat oleh pihak kepolisian. 

Menurut Kapolres Lembata AKBP Marthen Johannis kepada wartawan termasuk Pos Kupang (Tribunnews.com Network) di ruang kerjanya di Mapolres Lembata, Selasa (22/1/2013), indikasi awal aktivitas kelompok ini, mereka menyatukan bangsa dengan menyatukan ajaran-ajaran agama di Indonesia.
"Inilah yang menjadi pertanyaan, karena mereka mencampuradukkan ajaran agama.Tapi, kami sudah lapor ke pusat, dan kami diperintahkan untuk mengawasi saja kelompok ini," kata Johannis dikutip Tribunnews.

Di Kabupaten Lembata, Gafatar mempunyai 30 pengikut. Namun polisi menyatakan belum memberi izin kelompok ini beraktivitas resmi.

"Mereka meminta izin untuk melakukan kegiatan kelompok mereka, tapi saya tidak izinkan. Jika mereka mau lakukan sesuatu, jangan sampai menimbulkan reaksi masyarakat. Jadi, saya tidak izinkan," ujar Johannis.

Johannis menjelaskan, kelompok yang mengaku diri sebagai kelompok penyatu perbedaan, belum terdaftar resmi, baik di provinsi maupun Kesbangpol Kabupaten Lembata. Tapi, karena diperintahkan hanya mengawasi, polisi tidak bisa mengambil tindakan lebih jauh.

"Jika mereka disebut sebagai organisasi terlarang, pasti mereka diproses hukum.Tapi, kalau kelompok aliran sesat, kami hanya mengawasi," terang Johannis.

Di Solo Gafatar Ditolak
Sekitar bulan April tahun lalu (2012), ormas Gafatar pernah berusaha mendeklarasikan diri di Gedung Olahraga Bhineka di kota Solo. Namun niat Gafatar dihadang umat Islam bersama Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) pada hari Ahad 29 April 2012.

Penolakan terhadap keberadaan Gafatar disebabkan banyaknya fakta di lapangan yang menunjukkan ormas itu adalah gerakan yang menyimpang. Baik dari nilai agama maupun Pancasila.

Penolakan terhadap Gafatar dilatarbelakangi bahwa ormas ini sebagai perpanjangan dari sekte Al-Qiyadah al Islamiyah, Komunitas Millah Abraham, Komar, pimpinan Nabi palsu Ahmad Mushoddeq. Selain di Kota Solo, penolakan telah disuarakan warga Yogyakarta dan Gowa, Sulawesi Selatan, serta sejumlah wilayah lainnya.
[www.globalmuslim.web.id]
Powered by Blogger.