Showing posts with label Suara Islam. Show all posts

Sejumlah lembaga internasional mengungkapkan rasa kekhawatirannya atas terus meningginya jumlah penduduk miskin di dunia. Meningkatnya jumlah penduduk miskin dunia mengakibatkan1 milyar manusia pada 2009 terancam kelaparan. Seribu orang juga dilaporkan tewas setiap harinya akibat kekurangan gizi. Hal ini disampaikannya ketika memperingati hari pangan sedunia yang jatuh pada 16 Oktober.
“Indikator Kelaparan”, sebuah laporan tahunan yang dikeluarkan oleh Institute Riset Kebijakan Pangan Global di AS, baru-baru ini, mengatakan, bahwa data jumlah orang-orang kelaparan meningkat. Pada tahun 2007 mencapai 848 jutar orang menjadi 923 juta jiwa untuk tahun 2008. Sementara sebanyak 25 ribu manusia mati setiap harinya akibat menderita gizi buruk, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.

Para analis memperkirakan jumlah orang lapar dunia akan mencapai 1 milyar orang pada tahun 2009. Hal ini dikarenakan sejumlah negara-negara kaya akan mengurangi subsidinya kepada negara-negara miskin dan berkembang. Negara-negara kaya akan lebih banyak mengarahkan aset finansialnya untuk membenahi sektor perbankan dan keuangan yang kolaps akibat krisis global.

Menurut laporan tersebut, krisis kelaparan akan mengenai 88 negara sebagian besar berada di benua Afrika, Amerika Latin dan Asia Tengah. Para analis mengkategorikan 33 negara ke dalam kondisi " sangat berbahaya".

Laporan tersebut menyebutkan bahwa 1 milyar manusia itu tidak seluruhnya menanggung kesalahan kelangkaan pangan. tapi krisis pangan disebabkan oleh banyak faktor, antara lain, bencana alam, perang dan konflik, perubahan iklim yang mengakibatkan terjadinya kekeringan parah dan bencana banjir, disamping akibat tindakan spekulan di pasar dunia dan persaingan industri bio energi.

Meski harga sejumlah bahan biji-bijian seperti gandum dan jagung mengalami penurunan, tapi harganya untuk saat ini telah meningkat 62 persen dibandingan dengan harga pada tahun 2002.

Theresa Kafaro, Peneliti pada Pusat Oksham Inggris, LSM yang bergerak di bidang peningkatan pangan, mengatakan, saatnya negara-negara dan pemerintahan untuk memperbesar peran negara di sektor pertanian dan sentralisasi kebijakan. Hal ini, menurut Theresa, sangat penting dalam rangka memberi perlindungan sosial bagi rakyat di bidang pemenuhan kebutuhan pangan.

Dia mengecam keras, kecenderungan pasar pangan saat ini yang mengarah pada pengurangan peran negara di sektor pertanian dan pangan, sebaliknya memperbesar peran swasta.

" liberalisasi sektor pertanian seperti ini, yang telah membawa petaki bagi jutaan manusia tak berdosa yang mati kelaparan akibat krisis harga pangan dunia", tegas Theresa.

Di saat harga pangan dunia meningkat tajam, namun ironisanya, perusahaan-perusahaan raksasa dibidang produksi makanan justru meraup keuntungan yang berlipat.

Dalam laporannya, Oksham menyebutkan, laba bersih yang diperoleh perusahaan raksasa, seperti Nestle mengalami peningkatan sebesar 9 persen dibandingkan tahun lalu. Hal yang sama juga dialami perusahaan Monsanto untuk proudksi biji-bijian, meningkat 26 persen hingga mencapai 3,6 milyar dollar. [syarif/alj/www.suara-islam.com]

Dukungan masyarakat terhadap penerapan syariat Islam di Indonesia terus mengalami peningkatan. Dalam sebuah survey terbaru yang dilakukan oleh SEM Institute menunjukkan data sekitar 72 persen masyarakat Indonesia ternyata setuju dengan penerapan syariat Islam. Sementara lainnya 18 persen tidak setuju dan 10 persen terserah.

Meskipun demikian, persepsi masyarakat tentang Syariah itu sendiri masih beragam. “Dari sisi pemahaman terhadap Syariah, umat Islam masih memahami dalam hal ibadah mahdoh, sistem sosial (fiqih) dan sistem ekonomi,” ujar Panji Alamsyah, dari SEM Institute di depan sekitar 500 orang peserta Halqah Islam dan Peradaban, Mewujudkan rahmat untuk Semua, di Wisma Antara, Jakarta Selasa (16/09).

Halqah Islam dan Peradaban yang bertema “Syariah, Masa Depan Politik Indonesia? Membaca Trend Survei Syariah” tersebut diselenggarakan oleh DPP Hizbut Tahrir Indonesia. Sebagai pembicara dalam acara perdana Halqah Islam dan Peradaban antara lainm M. Rahmat Kurnia (DPP Hizbut Tahrir Indonesia) dan Fachri Ali (Pengamat politik), dengan host Harist Abu Ulya. Sementara itu HM Taufik Kiemas (Ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDI Perjuangan) dan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra (Ketua Majelis Syura PBB) yang diundang dalam acara tersebut tidak hadir. Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Ismail Yusanto (Jubir HTI) dan ketua umum DPP Partai Hanura, Jendral (Purn) Wiranto.

Hasil survey SEM Institute juga menunjukkan sekitar 78 persen masyarakat menyatakan setuju bahwa berbagai problem/masalah yang dialami bangsa ini karena tidak diterapkannya Syariah (Islam) dalam kehidupan di berbagai bidang, sementara 7 persen tidak setuju dan 15 persen tidak tahu. Yang mengejutkan dari hasil survey tersebut, kata Panji, 84 persen masyarakat yakin atau sangat yakin bahwa Syariah Islam bisa membawa mashlahat dan satu-satunya solusi bagi problematika bangsa, sementara 7 persen menyatakan tidak tahu dan 9 persen menyatakan kurang atau tidak yakin.

Panji Alamsyah mengatakan bahwa metode dari survey dilakukan SEM Institute tersebut menggunakan metode sampling, di mana pengumpulan datanya dilakukan dengan metode kuantitatif survey,y akni dengan menggunakan quota purposive sampling untuk non masyarakat umum, dan stratified random sampling untuk masyarakat umum. Sedangkan metode kontak survey dilakukan dengan wawancara langsung (Face to face interview) terhadap sekitar 1757 responden di 35 kota di seluruh Indonesia pada 26 Februari – 05 Mei 2008. Komposisi responden menyebar mulai dari legislative, yudikatif, eksekutif mulai dari pusat hingga daerah, aparat keamanan mulai dari militer dan kepolisian, akademisi, pengamat dan cendekiawan, kalangan wartawan, partai poitik, hingga masyarakat umum.

Demografi responden berdasar usia menyebar mulai dari usia 15 tahun hinga di atas 65 tahun, berdasar jenis kelamin berimbang antara laki dan perempuan (50:50), berdasar agama 97 persen Islam 3 persen non Islam, dan berdasar pendidikan terakhir mulai dari tanpa pendidikan formal hingga Doktor (S3).

Survey tentang respon, persepsi dan harapan masyarakat tentang Syariah sebelumnya juga dilakukan oleh PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Roy Morgan Researvh di mana hasilnya tidak jauh berbeda. Survey Roy Morgan Research yang terbaru (Juni 2008) mengatakan 52 persen rakyat Indonesia menuntut Penerapan Syariah Islam. Sedangkan hasil survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah 2003, sekitar 75 masyarakat Indonesia setuju bahwa pemerintahan yang berdasarkan syariat Islam adalah yang terbaik bagi Indonesia. [abu ziad/li/www.suara-islam.com]

Insiden 11 September di AS meski telah berlalu 7 tahun, namun masih menyisakan sejumlah pertanyaan dan keragu-raguan akan kebenaran riwayat resmi pemerintah AS yang menyebutkan gedung WTC hancur akibat bertabrakan dengan pesawat terbang yang ditumpangi oleh para anggota Al Qaeda dan Taliban.

Sebuah buku yang dikeluarkan di AS baru-baru ini berjudul “Insiden 11/9 dan Imperium AS” menyatakan bahwa Gedung WTC tidak mungkin hancur lebur seperti itu, hanya karena bertabrakan dengan pesawat terbang, namun karena dihancurkan dengan menggunakan peledak jarak jauh yang telah ditanam di berbagai tempat vital di gedung tersebut sebelumnya.

Buku ini ditulis oleh 11 penulis AS. Mereka adalah para cendekiawan yang memiliki reputasi akademik yang tinggi. Sepuluh penulis memegang gelar S3 dan seorang penulis lainnya adalah mantan perwira militer di Dephan AS.

Salah seorang penulis buku tersebut, Brigham Steven Jhones, seorang professor di bidang kimia mengatakan, riwayat resmi pemerintah AS terutama terkait dengan sebab kehancuran gedung WTC sangat janggal. Steven menilai penjelasan versi pemerintah tidak bisa memberi penafsiran secara ilmiah mengenai sebab kehancuran gedung itu berkeping-keping, karena hantaman sebuah pesawat terbang masih sulit untuk meruntuhkan bangunan setinggi dan sebesar menara WTC. Satu-satunya penafsiran yang paling mendekati, menurut Steven, adalah akibat diledakkan dari jarak jauh dengan menggunakan bom yang telah ditanam sebelumnya

Sementara itu, menurut Morgan Rainaldinz, yang juga guru besar di Universitas Texas dan mantan pejabat di pemerintahan Gedung Putih era Presiden George.Bush, insiden 11/9 hasil konspirasi beberapa pihak. Menurutnya, motifnya terkait dengan agenda Pemerintah AS untuk menguasai dunia dengan mengobarkan perang melawan terorisme. Dia juga mengatakan pemerintah Gedung Putih paling tidak telah mengetahui rencana aksi kejadian itu atau berkonspirasi memfasilitasi aksi tersebut, seperti dikutip Aljazeera.

Penulis lainnya, Karen, mantan perwira militer AS selama 20 tahun dan baru berhenti pada 2003. Dalam buku itu, ia mengatakan bahwa dirinya pada saat kejadian berada di Dephan AS, namun ia tidak melihat reruntuhan atau kerusakan bangunan di lingkungan bangunan Dephan AS. Menurutnya, klaim gedung Dephan telah ditabrak oleh sebuah pesawat perlu itu diteliti ulang. [syarif/alj/www.suara-islam.com]

Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Oleh karenanya, kejayaan Islam akan menentukan kejayaan dunia secara keseluruhan. Demikian sebaliknya, jika Islam terpuruk, maka kondisi dunia secara umum juga mengalami keterpurukan. Dan pada saat ini, kondisi umat Islam penuh dengan fitnah dan teror yang dilakukan oleh musuh-musuh Allah.

Hal ini disampaikan oleh tokoh kristolog Irena Handono dalam peluncuran bukunya yang berjudul “Menyikap Fitnah dan Teror” di Aula Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Sabtu (6/9).

Buku tersebut berisi tentang kondisi umat Islam yang selalu mendapat fitnah dan teror mulai dari zaman Rasulullah Muhammad saw hingga kondisi kekinian.

Salah satu teror yang melanda kaum muslimin hari ini adalah melalui pemikiran. Musuh-musuh Islam berusaha memasukkan pemikiran-pemikiran Barat ke dalam tubuh umat Islam.

Hal ini terjadi pula di negeri Indonesia dimana mayoritas penduduknya muslim. Masyarakat Indonesia sudah banyak teracuni ide dan pemikiran Barat yang diemban oleh negara Amerika Serikat dan sekutunya. “Bahkan kita lebih Amerika dibanding Amerika sendiri,” ujar mantan biarawati itu.

Hadir dalam peluncuran buku tersebut mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno. Dalam sambutannya, Tri Sutrisno mengatakan Irena Handono melalui bukunya sedang mengingatkan pada kita agar waspada akan fitnah dan teror yang dialami umat Islam. Tri Sutrisno juga berpesan, supaya umat Islam bisa berjaya maka syaratnya harus bersatu padu, jangan berpecah-belah.

Selain Tri Sutrisno, beberapa tokoh hadir pada acara tersebut antara lain Ketua DDII Zahir Khan, Ulama Papua Zaaf Fadzlan, dan beberapa tokoh lainnya. Hadir pula artis Dorce Gamalama sebagai pembawa acara. [ihsan/www.suara-islam.com]

Pengacara Habib Rizieq meminta aparat keamanan menahan saksi terkait insiden Monas. Saksi yang dihadirkan dalam persidangan Habib Rizieq itu dianggap telah melakukan kesaksian bohong. Saksi yang dihadirkan tersebut adalah Koordinator AKKBB Hamim Tohari dan Saidiman.

“Saya minta Pak Hakim untuk menahan saksi disebabkan mereka telah memberikan kesaksian bohong,” kata Indra Sahnun Lubis, salah satu pengacara Habib Rizieq, dalam persidangan kedua Habib Rizieq, di Jakarta, Senin (25/8).

Koordinator AKKBB Hamim Tohari dalam keterangannya menyatakan bahwa undangan yang disebar pada para anggota AKKBB menyebutkan aksi mereka tanggal 1 Juni 2008 adalah aksi memperingati hari Pancasila. Indra membantah karena dalam undangan yang tersebar luas di beberapa media massa jelas-jelas menyatakan adanya ajakan pembelaan terhadap Ahmadiyah dalam aksi tersebut.

Selain itu, saksi mengatakan bahwa AKKBB adalah kumpulan dari ormas-ormas dan LSM. Padahal kenyataannya, menurut Indra, para peserta AKKBB datang atas nama perorangan.

Sementara itu, Habib Rizieq merasa saksi yang dihadirkan dalam persidangannya tidak terkait dengan tuduhan yang dialamatkan padanya. "Saya menolak karena tidak ada korelasinya dengan saya," kata Habib Rizieq sesaat setelah saksi memberikan keterangannya.

Selama sidang berlangsung, simpatisan umat Islam yang terdiri dari beberapa tokoh Islam dan juga anggota FPI memenuhi ruangan sidang. Tampak hadir dalam persidangan tersebut, Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia Habib Husein Al Habsyi dan Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath.

Ketegangan di ruang sidang sempat terjadi sebelum sidang dimulai. Sejumlah aparat kepolisian masuk ke dalam ruangan sidang. Penasihat hukum Habib Rizieq memprotesnya dan meminta hakim mengeluarkan para polisi tersebut. Penasehat hukum Habib Rizieq menilai keberadaan polisi di dalam ruangan sidang tidak umum dan memang tidak diperlukan karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama jalannya persidangan.

“Habib Rizieq adalah guru kita dan beliau orang baik, “ujar Indra Sahnun Lubis. Akhirnya hakim hanya mengizinkan 4 orang polisi berada di dalam ruangan sidang dan puluhan polisi lainnya pun meninggalkan ruangan.

Sebelum persidangan dimulai, massa yang hadir dalam ruangan sidang sempat melakukan doa yang dipimpin oleh salah seorang pengunjung sidang. [pendi/ihsan/www.suara-islam.com]

Pada persidangan kedua Habib Rizieq, Senin (25/8) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terkait peristiwa insiden Monas, 1 Juni 2008, penasehat hukum Habib Rizieq Sihab menilai kesaksian para saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum, tidak ada relevansinya dengan yang didakwakan JPU terhadap terdakwa. Saksi yang dihadirkan, yakni Hamid Tohari (koordinator lapangan aksi AKKBB) dan Sayidiman (dinamisator/mc acara) memberi keterangan yang tidak ada hubungannya dengan pasal yang didakwakan pada Habib. Para saksi lebih banyak bercerita tentang bagaimana peristiwa monas terjadi.

“Kesaksian saksi terkait terdakwa tidak ada hubungannya karena terdakwa tidak hadir di Monas dan memang mereka tidak tahu terdakwa menyuruh untuk melakukan itu,” ujar Ari Yusuf Amir, salah seorang penasehat hukum Habib Rizieq. Saksi juga, kata Ari, hanya menduga sebagian massa itu adalah massa FPI, dan itu juga tidak bisa dibuktikan apakah benar massa FPI.

Jika kesaksian para saksi itu tidak relevan dengan yang didakwakan kepada Habib itu wajar karena ketika memberi kesaksian di kepolisian, para saksi itu diperiksa dengan pasal 170 dan pasal 351, padahal terdakwa didakwa dengan pasal 170 jo 55, dan 156.

“Karena kesaksian para saksi itu tidak ada hubungannya dengan terdakwa maka kesaksiannya ditolak,” ujar Ari.

Habib Rizieq sendiri keberatan dengan keterangan para saksi.” Saya jelas keberatan denga keterangan saksi,” ujar Habib Rizieq menjawab pertanyaan Hakim yang meminta komentar tentang keterangan saksi. Habib juga melihat keterangan yang diberikan para saksi tidak ada korelasinya dengan yang didakwakan kepada dirinya. Selai itu, kata habib keterangan para saksi itu tidak konsisten dan bertentangan antara satu dengan lainnya.


Kecewa Sikap Hakim

Sementara itu penasehat hukum Habib lainnya, Indra Sahnun Lubis, kecewa dengan sikap hakim yang tidak memberikan sangsi hukum kepada para saksi yang telah memberikan keterangan bohong di sidang pengadilan. “Saya melihat tidak ada keberanian hukum dari hakim dalam rangka penegakan hukumm” ujar Indra.

Padahal, katanya, sejak awal para saksi telah berkata bohong, namun hakim tidak memberikan sangsi hukum apa pun terhadap para saksi. “Kan jelas keterangannya bohong. Saksi pun tidak memberikan keterangan yang menyebutkan terdakwa menyuruh tindak kekerasan,” terang Indra.

Menurut Indra, saksi di persidangan telah mengungkapkan bahwa AKKBB sebelum menggelar acara 1 Juni telah membuat undangan yang berbeda antara yang dipasang di koran dengan selembaran yang diberikan kepada para anggota AKKBB. Undangan yang disampaikan ke publik melalui surat kabar, intinya mengumumkan bahwa Ahmadiyah itu telah teraniaya. Tapi ada undangan tersendiri kepada para tokoh yang intinya untuk memperingati hari lahirnya Pancasila. “ Jadi terungkap undangan itu hanya untuk memperingati lahirnya Pancasila, padahal sebenarnya untuk meminta pengakuan akan keberadaan Ahmdiyah,” ujar Indra.

Kebohongan lainnya dikatakan bahwa jumlah AKKBB di monas itu yang hadir 500 orang, padahal di BAP dikatakan 1500 orang. “Jadi banyak keterangan bohong yang dilakukan saksi dari para pelapor saksi korban untuk menyudutkan Habib Rizieq. Terungkap di dalam persidangan, tidak ada satu pun keterangan saksi yang menerangkan keterlibatan Habib Riziea dalam insiden Monas tersebut,” ujarnya. [pendi/www.suara-islam.com]
Powered by Blogger.