Komentar di atas, bukanlah sembarangan komentar. Pernyataan itu bukan keluar dari orang “sembarangan” dan juga bukan untuk orang “sembarangan”.
Itu adalah pernyataan yang dilontarkan Pemimpin Majelis Rasulullah, Habib Munzir bin Fuad al-Musawa, untuk seorang laki-laki bernama Scot Marciel yang saat ini menjabat Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.
Pemimpin spiritual Habib Munzir Al Musawa, sebagaimana telah dipublikasikan di situs resmi Majelis Rasulullah, http://majelisrasulullah.org, Jumat, (11/1/2013), diceritakan telah menerima kedatangan Scot Marciel di kediamannya pada Rabu (9/1/2013) lalu. Di laporan itu tak dijelaskan di kediaman yang mana.
Kedatangan Scot dijelaskan oleh Habib Munzir untuk mendiskusikan soal toleransi beragama dan dialog antaragama. Dijelaskan dalam situs tersebut bahwa Habib Munzir yang belajar Islam di Yaman, menyampaikan kepada Scot, misi dakwahnya adalah untuk mengajak dan mengajarkan pada seluruh umat bahwa Islam adalah agama yang damai dan penuh cinta kasih.
Habib Munzir juga mengatakan bahwa organisasinya adalah bagi semua orang. “Terutama bagi para pemuda, dari kota-kota besar yang penuh sesak dan mengakibatkan stres seperti Jakarta.
“Mereka yang ingin menemukan kedamaian batin dan meninggalkan kekerasan, anarki dan obat-obatan terlarang/narkoba,” jelas Habib Munzir.
Sementara Scot mengatakan kepada Habib Munzir bahwa melibatkan para pemuda juga merupakan prioritas dari Kedutaan (AS) dan ia menceritakan beberapa dari berbagai kesempatan pertukaran pelajar di Amerika Serikat untuk para pemuda Indonesia.
Atas kehadiran Scot ke rumahnya itu Habib Munzir mengatakan dengan takjub, “Toleransi dengan umat beragama sangat baik. Belum pernah ada Duta Besar negeri mana pun mau datang ke rumah saya. Ia tidak mau mengundang saya ke Kedutaan, ia tidak mau mengundang saya ke rumah dinasnya, tapi ia datang langsung ke rumah saya.”
“Saudara dan saudariku, buka hatimu lebih luas kepada yang seagama dan tidak seagama. Itulah pribadi Sayyidina Muhammad saw. Semoga Allah melimpahkan hidayah dan kesucian pada beliau dan seluruh penduduk Amerika Serikat dan seluruh dunia, aamiin,” pungkasnya. (Suara-Islam online)–salam-online [www.globalmuslim.web.id]

Jelema lieur dasar.... akhlak itu bagian dari syariat, kalau bukan bagian dari syariat lantas dengan apa menentukan luhur atau rendah, baik atau buruk, terpuji atau tercela. Tidakkah dia tahu bahwa selama akidahnya masih Kafir, maka tertolak semua itu di sisi Allah, lalu bagaimana Anda bisa terkagum-kagum seperti itu wahai 'habib'....???
ReplyDelete