JAKARTA- Amerika Serikat menginginkan dan mendesak SBY, sang presiden, agar hanya lima parpol yang lolos ke parlemen pada pemilu 2014. Berbagai kalangan menengarai parpol itu adalah PDIP, Golkar, dan Demokrat yang jeblok, masih lolos ditambah dua parpol menengah. ''Kalau info itu benar, maka AS harus dilarang untuk intervensi KPU, dan KPU juga jangan mau diintervensi AS,'' kata Adhie Massardi, mantan jubir Presiden Gus Dur.
Spekulasi politik, kata Adhie, mencuat akibat info AS hanya mau lima parpol lolos ke parlemen, yaitu spekulasi bahwa AS dan SBY sudah main mata untuk tentukan hasil pemilu 2014. Bagaimana nasib parpol nasionalis dan Islamis pada 2014, sudah bisa diprediksi dari info ini.
Beredarnya kabar bahwa AS hanya menginginkan lima parpol lolos parlemen, jelas menunjukkan AS tak paham pluralisme sosial di Indonesia yang sejak pemilu 1955 bercorak multi partai. Hal itu, kata Adhie, juga menunjukkan ada dugaan bahwa sudah ada komunikasi antara istana dan AS untuk mengatur hasil pemilu 2014. ''Kalau pemilu tak jurdil, lalu buat apa pemilu? Dosa dan dusta justru makin parah membaluri para penyelenggara negara dan KPU,'' kata Adhie, aktivis Gerakan Indonesia Bersih.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) meloloskan 10 partai politik peserta pemilu 2014.
AS berhak memberikan saran atau pandangan ke SBY. ''Tapi dalam konteks ketatanegaraan, yang berhak memutuskan parpol lolos ke parlemen harus KPU, maka KPU harus jurdil," kata Adhie.
AS melihat dan berpendapat dalam demokrasi Indonesia yang plural maka sistem multi partai terbukti tidak efektif.
Kalangan DPR PDIP juga melihat lima parpol di parlemen sudah cukup.
Ahmad Basarah dari fraksi PDIP di DPR mengatakan, lima parpol ke parlemen itu cukup, sebab dengan sistem multi partai yang ada saat ini masyarakat dengan cepat dapat melupakan kesalahan partai politik.
"Kalau partai disederhanakan, rakyat lebih mudah fokus. Kalau sekarang, kompetisi tidak terukur," ujarnya.
Sebelumnya, Komite Pemilih Indonesia (TEPI) mengklaim telah mengetahui hasil partai politik yang lolos verifikasi faktual tersebut..(R/www.globalmuslim.web.id)

Post a Comment