Ini Dia Kebusukan Gerakan 'Indonesia Tanpa Diskriminasi'


Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi (IST)
Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi (IST)
Gerakan 'Indonesia Tanpa Diskriminasi' yang digagas Denny JA merupakan kampanye terselubung untuk melegalkan homo, lesbian. Gerakan ini berideologi liberal dan sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Kita harus mewaspadai gerakan 'Indonesia Tanpa Diskriminasi' karena didalamnya ada orang-orang yang memperjuangkan homo, lesbian," kata Pimpinan Taruna Muslim, Alfian Tanjung kepada itoday, Selasa (30/10). 

Menurut Alfian, penggagas gerakan ini, orang-orang liberal yang menginginkan hancurnya bangsa Indonesia. 

"Novriantoni itu anggota JIL, Denny JA itu pemikirannya sangat liberal dan sekuler. apa jadinya bangsa ini dikelola orang-orang seperti mereka. Katanya mereka tanpa diskriminasi tetapi sangat diskriminasi terhadap umat Islam," ujar Alfian Tanjung. 

Kata Alfian, orang-orang yang mengaku memperjuangkan 'Indonesia Tanpa Diskriminasi' sangat tidak bersuara saat umat Islam tidak dapat menjalankan ibadah shalat Idul Adha di Manado. 

"Mana suara orang-orang kayak Denny JA, Ulil, Novriantoni terkait batalnya shalat Idul Adha di Manado. Mereka hanya membela untuk kepentingan mereka sendiri. Omong Kosong kalau membela Islam. Mereka justru diskriminasi sendiri," paparnya. 

Ia juga mempertanyakan gerakan 'Indonesia Tanpa Diskriminasi' terhadap orang-orang yang diduga teroris. "Mereka tidak bersuara sama sekali terhadap orang-orang diduga teroris yang ditangkap Densus 88. Padahal baru diduga, kadang-kadang buktinya tidak ada. Ini membuktikan gerakan yang digagas Denny JA sangat diskriminasi juga," ungkap Alfian Tanjung. 

Alfian menegaskan, 'Indonesia Tanpa Diskrimasi' hanya jualan kelompok liberal untuk mendapatkan kucuran dana pihak asing. "Sekarang JIL secara organisasi sudah mati, tidak ada kucuran dana, maka orang-orangnya mencari kerjaan lagi dengan cara lain ya membuat gerakan 'Indonesia Tanpa Diskriminasi' yang dicoba dijual ke AS, maupun negara donor lainnya," pungkasnya.
[itoday/www.globalmuslim.web.id]