Pernyataan Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo yang menyatakan Polri akan mewaspadai terorisme berseragam tidak berdasarkan pengamatan internal Polri. Kapolri hanya menjalankan skenario Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kapolri hanya kacung, untuk mengawal SBY sampai 2014. Pernyataan Kapolri itu disuruh SBY. Tentara telah dianggap sebagai ancaman, seperti halnya di negara lain," tegas pengamat terorisme Umar Abduh kepada itoday (29/5).
Menurut Umar Abduh, tidak seharusnya Kapolri menyatakan adanya ancaman terorisme berseragam. "Pernyataan itu menunjukkan bahwa Kapolri telah bertindak insubordinasi terkait penangangan terorisme. Seharusnya Kapolri berkoordinasi dengan BIN ataupun BAIS, sebelum ngomong seperti itu," tegas Umar.
Polri, kata Umar, sangat lemah dalam penanganan terorisme. "Intelijen Polri sangat lemah. Polri tidak paham kondisi negara, dan bahkan tidak tahu apa-apa terkait terorisme," ungkap Umar.
Diberitakan sebelumnya, Kapolri Timur Pradopo menyatakan akan mewaspadai teroris berseragam. Pernyataan itu didasari insiden bom bunuh di tengah latihan parade militer di Yaman.
"Jajaran Polri harus mewaspadai kemungkinan adanya teroris berseragam," kata Kapolri, pada acara pelantikan Brigjen Pol Sabar Rahardjo sebagai Kapolda Yogyakarta di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Selasa (29/5).[IT/ian/rima/www.globalmuslim.web.id]

Post a Comment