Inilah Demokrasi: Hidup Rakyat Makin Gonjang-Ganjing Tanpa Perlindungan Pasti dari Negara

JAKARTA, -Pemimpin nasional diharapkan dapat mengupayakan kebangkitan bangsa secara ekonomi, hukum, moral, dan penguatan prinsip-prinsip nasionalisme. Demikian dikatakan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan.

“Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat diharapkan kepemimpinannya lebih terpanggil untuk memperkuat agenda kebangkitan bangsa dengan mengedepankan semangat nasionalisme yang dapat melahirkan kebanggaan rakyat,” kata Syahganda di Jakarta, Minggu 20 Mei 2012, terkait Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei.
Ia mengingatkan kenyataan hidup rakyat kini semakin gonjang-ganjing tanpa pegangan dan perlindungan pasti dari negara termasuk tidak mendapat kepedulian nyata dari para pemimpin yang ada.
Menurut dia, sisa jabatan Presiden Yudhoyono hingga 2014 harus dibaktikan sepenuhnya untuk menanamkan kemartabatan rakyat serta pengokohan aspek berbangsa jika ingin berakhir dengan kenangan baik.
Selain aspek nasionalisme bangsa yang semakin rapuh baik di dalam negeri maupun di arena percaturan global, katanya, keberadaan nasib rakyat untuk hidup makmur juga telah diabaikan akibat lemahnya karakter kepemimpinan bangsa yang memang telah menjauh dari cermin keteladanan moral dan kiblat nasionalisme.
Para pemimpin, katanya, hanya sibuk “berkelahi” dan menjaga pesonanya masing-masing sehingga orientasi tanggung jawabnya bukan dimanfaatkan untuk membela kepentingan rakyat, namun sekadar mengutamakan hasrat politik dalam memenangkan kelompoknya.
“Atau dengan kata lain, mereka cenderung melanggengkan corak politik oligarkis yang kerap menyingkirkan kelompok lainnya sehingga dikhawatirkan mengorbankan keberadaan bangsa,” katanya.
Anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Pusat itu menilai tatanan kerakyatan dewasa ini berjalan masing-masing dan menjurus pada ketidaktertiban sosial yang bisa membahayakan kesatupaduan bangsa.
“Karena itu, kepemimpinan nasional harus mengembalikan tegaknya moral, hukum, dan cita-cita menjadi bangsa terhormat demi mewujudkan kewibawaan negara,” katanya.
Jadi momentum peringatan kebangkitan nasional ini, katanya, harus dimaknai dengan meletakkan sisi kebangkitan untuk menjayakan bangsa di segala bidang.
“Apakah itu ekonomi, kehormatan politik, di samping tegaknya kebudayaan luhur di tanah air, supaya kita tidak terus memaksakan yang berasal dari luar meski berlawanan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.(ant/mn/ach/www.globalmuslim.web.id)