Kostrad dan Brimob Bentrok,



JAKARTA, - Bentrokan antara Kostrad/TNI dengan Brimob/Polri dinilai sebagai masalah laten yang seharusnya sudah bisa ditangani. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta turun tangan menanganinya.
"Para petinggi Polri dan TNI tidak boleh menganggap remeh masalah ini, atau merasa pura-pura tidak ada masalah. Presiden selaku Panglima tertinggi TNI harus turun tangan mencari jalan keluarnya," ujar anggota Komisi III DPR Ahmad Basarah saat dihubungi, Senin (23/4/2012).
Dia menilai, persoalan ini tidak lepas dari masalah ekonomi atau kesejahteraan. Apalagi, pasca pemisahan TNI dengan Polri. TNI terutama di tingkat bawah, secara ekonomi tidak sejahtera.
"Pelarangan berbagai bisnis TNI menimbulkan kecemburuan sosial dan ekonomi TNI terhadap Polri. Penerimaan kenyataan politik seperti itu hanya ada pada level perwira-perwira tinggi TNI, tapi mulai dari level Pangdam Danrem, Dandim sampai ke level prajurit merasakan betul perbedaan status antara Polri dan TNI," kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan itu.
Dengan perbedaan itu, lanjut dia, maka sensitivitas semakin tinggi. Dengan begitu sedikit saja terselut, maka bentrokan antara pihak TNI dengan Polri pasti terjadi.
"Perasaan cemburu dan iri terhadap Polri dari kalangan anggota-anggota TNI menyebabkan mereka mudah tersulut emosinya, apabila sedikit saja ada masalah yang melibatkan unsur Polri," tambah Basarah.(yus/inil/Globalmuslim.web.id)