JAKARTA - Ratusan orang yang kebanyakan mengenakan pakaian putih-putih, Jumat sore berunjuk rasa dari Bundaran Hotel Indonesia Jalan MH Thamrin menuju Istana Merdeka.
Massa yang menamakan diri "Apel Siaga Umat, Indonesia tanpa Liberal," membawa berbagai poster dengan tuntutan antara lain "Indonesia damai tanpa liberal" , "berantas korupsi, narkoba, liberalis, komunis," dan "tolak kenaikan harga BBM".
Para pengunjuk rasa mengenakan atribut Front Pembela Islam, Forum Umat Islam, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam, dan Gerakan Pemuda Islam.
Pengunjuk rasa yang berada di seberang Istana Merdeka jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat itu tidak menganggu arus lalu lintas karena mereka tidak menggunakan badan jalan.
Para demonstran juga menuntut pembakaran buku "Fiqih Lintas Agama", buku "Lubang Hitam Agama", pelarangan aliran sesat, pelarangan buku lintas agama, serta film tanda tanya "?".
Tuntutan lain adalah meminta menteri agama membuat program pembinaan kepada umat yang tersesat.
"Tanggal 30 kami akan berunjuk lagi di depan istana. Kabarkan ke teman, ke kampung-kampung, lewat SMS, lewat Facebook," kata Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad al Khaththath.
Sebagian demonstran mengabadikan kegiatan mereka maupun rekan-rekannya dengan smartphone, sebagian lagi menggunakan kamera digital, bahkan kamera profesional DSLR, kamera video, dan tablet.
Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan hadirnya puluhan penjual makanan dan minuman yang menggunakan gerobak.
Beberapa penjaja lainnya juga menawarkan buku-buk agama, kaset pengajian, kopiah, dan minyak wangi.
SBY-Boed Gagal
Ketua Front Pembela ISlam(FPI), Habib Rizieq menyebut Partai Demokrat sebagai partai kriminal. Secara berapi-api saat orasi Rizieq juga menuntut SBY-Boediono untuk mundur dari jabatannya jika nekat menaikkan harga BBM.
"Ini bukti pemerintah telah gagal. Banyak pejabat yang korupsi. Partai Demokrat, petingginya korupsi. Pantas disebut partai kriminal," ujar Rizieq di Bundarah HI, Jakarta, Jumat(9/3/2012).
Rizieq juga menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM. Dalam orasinya, pria berjenggot ini menyatakan negara menjadi bangkrut bukan karena BBM, melainkan korupsi.
"Ganyang koruptor! Negara jadi bangkrut bukan karena subsidi BBM, tetapi karena korupsi. Ekonomi liberal turut membuat sulit perekonomian. Yang kaya bertambah kaya, yang miskin tambah susah," teriak Rizieq.
Sebelumnya,massa FPI ini menyatakan menolak liberalisme di Indonesia. Walaupun saat itu diguyur hujan deras, para massa FPI tidak beranjak pergi dari bundaran HI dan menyempatkan diri salat dengan mengambil air wudu dari kolam bundaran HI.[ian/ant/trib]

Post a Comment