JAKARTA,Walaupun tidak ada undang-undang yang melarang seorang presiden untuk mengutarakan curahan (curhat) hatinya atau permasalahan yang sedang dihadapi ke masyarakat, tapi secara moral seorang kepala negara, termasuk kepala pemerintahan tidak pantas berkeluh kesah di hadapan rakyatnya. Hal itu karena seorang presiden adalah simbol dari optimistis ketika negara sedang terpuruk.
Kehadiran seorang presiden, dan pernyataan seorang presiden harus mampu meyakinkan publik untuk bangkit dari keterpurukannya, bukannya sebaliknya.
Juru Bicara Front Oposisi Rakyat Indonesia Riza Damanik mengatakan perilaku Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berulangkali curhat di hadapan publik mengkorfirmasi bahwa sesungguhnya dia tidak dalam posisi yang tepat menjadi seorang presiden, pemimpin, pengayom dan pelindung rakyat.
Rakyat sedang terpuruk, nelayan dan petani petani mengeluh karena kenaikan BBM, harga pupuk mahal, cuaca buruk dan seterusnya sehingga menyebabkan mereka semakin miskin. Mereka membutuhkan seorang pemimpin dan presiden yang mendengarkan kondisi yang dihadapi mereka.[ach/MI]

Post a Comment