JAKARTA, - Indonesia telah merdeka dari penjajahan bangsa asing, namun belum merdeka dari penjajahan bangsa sendiri.
Itu ditegaskankan seorang ekonom senior, HMT Opposunggu, dalam bukunya yang berjudul Indonesia Dijajah Kembali oleh Bangsanya Sendiri.
Ia menilai, Indonesia telah kehilangan kedaulatan ekonomi karena kebijakan elite di eksekutif dan legislatif dengan membuka lebar pintu privatisasi untuk sektor-sektor strategis, sehingga harga bergantung pada mekanisme pasar.
"Tidak ada yang memedulikan rakyat. Tidak ada satupun yang memberikan sumbangan kepada kehidupan rakyat yang saat ini melarat," ujarnya dalam peluncuran buku karyanya di perpustakaan Fadli Dzon, Jakarta, Minggu (25/3).
Sependapat dengannya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Dzon mengatakan, semangat ekonomi kerakyatan yang tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945 sudah menyimpang jauh.
"Ekonomi kita sudah keluar dari jalur yang diharapkan Pasal 33 UUD 1945. Sektor strategis penting sudah tidak dikuasai oleh negara, tapi asing dan segelintir orang," katanya.
Fadli menuding bahwa sistem ekonomi Indonesia saat ini mengadopsi ekonomi neoliberal. Ini kian memperlebar kesenjangan ekonomi di dalam negeri.
"Seolah-olah pertumbuhan tinggi secara makro, tapi siapa yang bertumbuh? Itu tak sejalan dengan pengentasan kemiskinan. Pertumbuhan sekarang membuat kesenjangan yang semakin lebar," kata anggota DPR dari Fraksi Gerindra tersebut.
Hal tersebut, lanjutnya, dapat dilihat dari kekayaan yang dimiliki sejumlah konglomerat dalam negeri yang besarnya 600 ribu kali dibandingkan rata-rata kekayaan rakyat Indonesia. "Indonesia sudah dikuasai oleh kaum oligarki," tukasnya.[ian/MI/Globalmuslim.web.id]

Post a Comment