Statemen Taliban yang dirilis Kamis lalu menyerukan untuk mentargetkan basis militer tentara agresor, konvoi militer agresor dan markas-markas mereka.
Selain seruan untuk menyerang tentara asing, Taliban juga mendesak rakyat Afghanistan untuk mengajarkan kepada penjajah "pelajaran untuk tidak pernah berani menodai kitab suci Al Qur'an lagi".
Sejak dimulai hari Selasa, paling tidak sudah 25 orang meninggal akibat bentrokan antara demonstran anti-Amerika dan pasukan keamanan Afghanistan.
Dua Pejabat Amerika Tewas di Afghanistan
Seruan Taliban ini langsung disusul demonstrasi di berbagai tempat. Tak terkecuali serangan di dalam gedung Kementrian Dalam Negeri Afghanistan pada Sabtu sore waktu setempat.
Tewasnya dua pejabat Amerika ini dikonfirmasi kebenarannya oleh pejabat Amerika di Washington, seperti dilansir kantor beritaNPR.ORG.
Menurut laporan terakhir, kedua pejabat Amerika di lingkungan Kementrian Dalam Negeri Afghanistan tersebut, ditembak mati dari belakang kepalanya oleh seorang anggota Taliban yang menyamar menjadi tentara Afghanistan. [muslimdaily.net]

Post a Comment