SBY Bersama beberapa Menteri dan Bupati Mau Main Film Layar Lebar

JAKARTA, RIMANEWS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama istri Any Yudhoyono menyaksikan pemutaran perdana film "Born to be Wild" di Teater Imax Keong Emas TMII Jakarta, Senin (20/2/2012)
Usai menonton, SBY memberikan tanggapannya mengenai film tentang pelestarian orangutan itu. "Bagus sekali. Menyentuh. Mudah-mudah yang nonton tergerak dan kita bisa menjaga kelestariannya," kata SBY, singkat.
Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah menteri antara lain Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Dubes RI untuk AS Dinno Pati Djalal.
Film Born To Be Wild dari Warner Brothers dan IMAX Filmed Entertainment mengambil tempat di Kalimantan dan Kenya.Dengan narasi film dibuat pemenang Grammy Award Morgan Freeman. Film dokumenter berdurasi 40 menit ini berkisah tentang orangutan yang yatim piatu beserta gajah yang dipelihara dengan telaten oleh manusia. Film ini mendedikasikan dirinya atas maraknya pembantaian orangutan di dunia termasuk di Indonesia.
Pemutaran film ini bekerjasama dengan organisasi Orangutan Foundation International, dan perusahaan sawit Sinarmas Group dengan Eka Tjipta Foundation selaku sponsor.
Presiden SBY Akan Ikut Main filim Dengan Dinda Hauw
Artis peran Dinda Hauw merasa beruntung ketika mendapat tawaran bermain di sebuah film layar lebar yang rencananya akan ikut dibintangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama beberapa menteri dan bupati.
"Sempat kaget juga, karena akan ada bupati sama menteri-menteri yang ikut main juga. Semoga Pak SBY bisa (ikut berakting)," kata Dinda dalam wawancara di Plaza FX, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2012).
Di film yang akan disutradarai Benny Setiawan tersebut, Dinda akan ditemani beberapa artis kawakan. "Ada Alex Komang, ada Ira Wibowo juga. Kalau aku sendiri akan jadi anak SMP yang jutek banget. Shooting-nya sendiri mulai awal Maret (2012) nanti," kata Dinda.
Menurut Dinda, film tersebut akan berkisah mengenai seorang anak yang ingin menyampaikan aspirasi rakyat kepada sang presiden. "Genrenya drama, dan ini cerita perjuangan anak cowok yang pengin bertemu presiden untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Sedangkan aku menjadi orang yang menyemangati cowok tersebut," papar Dinda.[kmps/ian]