Seorang tentara Afghanistan menembak dan membunuh seorang anggota pasukan NATO di Afghanistan selatan, kata pejabat setempat Rabu ini (1/2), dalam apa yang digambarkan pasukan koalisi internasional sebagai sebuah serangan dan seorang komandan Afghanistan menyebutnya kecelakaan.
Ini adalah laporan keenam sejak 26 Desember lalu ketika seorang tentara Afghanistan - atau gerilyawan menyamar sebagai tentara - melepaskan tembakan senjatanya kepada pasukan internasional yang bekerja untuk melatih pasukan keamanan Afghanistan. Serangan telah menyuarakan keprihatinan tentang hubungan antara pasukan Afghanistan dan sekutu asing mereka.
Letnan Kolonel Jimmie Cummings, seorang juru bicara pasukan militer internasional, mengatakan militer Afghanistan telah menahan pria bersenjata setelah ia melepaskan tembakan senjatanya kepada seorang anggota NATO dan membunuhnya Selasa malam kemarin. Pasukan koalisi itu tidak memberikan rincian lainnya.
Komandan Tentara Nasional Afghanistan Sayed Malluk mengkonfirmasi pembunuhan, yang katanya terjadi saat jaga malam di pangkalan di distrik Marjah provinsi Helmand. Namun dia mengatakan tentara Afghanistan, yang telah di militer selama lebih dari dua tahun, mengatakan kepada penyelidik penembakan itu hanyalah kecelakaan.
"Itu tidak disengaja. Ini adalah sebuah kesalahan," kata Malluk. Ia mengatakan penyelidikan telah dibuka.
Sebelumnya seorang tentara Afghanistan menewaskan empat tentara Prancis pada 20 Januari, sehingga membuat Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengumumkan bahwa Perancis akan mempercepat keluar pasukannya dari Afghanistan, dan pihaknya akan meminta NATO untuk menyerahkan semua operasi tempur kepada pasukan Afghanistan pada tahun 2013 bukan akhir 2014.(fq/ap)

Post a Comment