Jelang Pemutaran Film ?, FUI dan FPI Nasehati SCTV


Jakarta  - Stasiun televisi SCTV kembali berulah. Setelah tahun lalu gagal menayangkan film "?" karya sineas liberal, Hanung Bramantyo, malam nanti SCTV berencana menayangkan ulang film yang dinilai sejumlah kalangan bermuatan Sepilis tersebut. Meskipun kabarnya telah dilakukan pengeditan.

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath tegas menolak rencana penanyangan film ? oleh SCTV. Menurutnya film tersebut tidak pas untuk orang Indonesia dan dapat memberikan gambaran yang salah tentang Islam di kalangan masyarakat awam.

"Kita tidak setuju film itu diputar kembali, walaupun sudah ada editan.Secara mendasar film tersebut kurang pas untuk di Indonesia", kata Al Khaththath di kantor SCTV di SCTV Tower, Senayan City, Jl. Asia Afrika Lot 19, Jakarta, Kamis malam (23/2/2012).

Dari isinya, menurut Al Khaththath, film garapan Hanung itu sejak awal telah dinilai negatif. Sebab Hanung telah memberi pandangan yang baik terhadap pelaku murtad. Padahal dalam pandangan Islam murtadz itu sangatlah buruk. Demikian pula soal pengeboman. Melalui film ini Hanung telah melakukan stigmatisasi bahwa pelaku pengeboman adalah umat Islam. Padahal faktanya, hampir semua kasus pengeboman ada konspirasi dan rekayasa di belakangnya.

Sementara dari sisi sutradaranya, FUI menilai Hanung adalah sutradara bermasalah. Al Khaththath mempersoalkan seruan Hanung di Bundaran HI dalam demo Anti FPI beberapa waktu lalu. Dalam demo itu jelas Hanung menyatakan agar orang-orang menjadi militan seperti orang Palangkaraya. Artinya secara langsung Hanung mendukung terjadinya tindak kekerasan. sebab yang terjadi di Palangkaraya adalah kekerasan para preman terhadap pimpinan FPI. Mereka juga merusak dan membakar panggung kegiatan dakwah dan peringatan Maulid Nabi.

Karena itu Al Khaththath menasehati SCTV agar tidak memancing emosi masyarakat. Dia mengatakan seruan Hanung di Bundaran HI jika itu disampaikan kepada umat Islam yang kini tengah marak-maraknya memperingati Maulid, tentu akan memunculkan reaksi yang dahsyat.

"Jangan lupa di Jakarta itu sangat sensitif jika disampaikan. FPI sudah elegan, jangan sampai diprovokasi", nasehatnya.

Jika menayangkan film ? itu adalah karena alasan iklan, Al Khaththath mendoakan agar SCTV mendapatkan rezeki yang lebih luas dan berkah dari jalan lain. Bukan dari iklan film ?. "Anda bisa lolos di dunia, tapi nanti di akhirat Anda akan ditanyai", Al Khaththath mengingatkan.

Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) yang sejak awal kemunculan film ini telah serius memantau, pada Kamis malam (23/2/2012) mendatangi kantor SCTV di Jakarta. Ini karena SCTV berencana menayangkan kembali film ? pada Jumat malam (24/2/2012) sesuai iklan yang mereka tayangkan. Delegasi yang terdiri dari KH Muhammad Al Khaththath, Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim Alattas (Habib Selon), Pengurus DPP FPI Ustadz Abdurahman Jaelani dan Panglima LPI Ustadz Maman Suryadi dan sejumlah Laskar FPI diterima oleh Wakil Pemimpin Redaksi SCTV Putut Tri Husodo dan jajarannya.

Putut menyampaikan bahwa tidak ada niatan atau konspirasi di balik rencana penanyangan film ? karya Hanung. Semua hanya pertimbangan bisnis (iklan). "Kami tidak mengenal konspirasi. Kami (hanya) mengenal konsinyasi", canda Putut.

Atas sejumlah nasihat FUI dan FPI, jajaran SCTV berjanji untuk mempertimbangkannya.