JAKARTA - Kritikan keras kembali disuarakan kepada pemerintahan SBY-Boediono. Salah satunya disampaikan oleh pengajar Sosiologi Hukum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Eggy Sudjana.
Eggy berpendapat, muslim yang mati syahid, akan tertunda masuk surga sebelum ada orang yang mau menanggung utang yang ditinggalkannya semasa ia hidup. Pernyataan Eggy ini menanggapi bertambahnya utang Indonesia yang pada tahun ini mencapai hampir Rp 2.000 triliun.
Feri Antonius, Ketua Umum Angkatan Muda Indonesia Bersatu (AMIB) membantah pernyataan Eggy. Feri kemudian mengingatkan kalangan oposisi agar tidak menggenalisir permasalahan, lebih detail berpikir, sehingga mendapat kesimpulan yang jernih.
Justru, peningkatan peringkat utang Indonesia dengan predikat 'layak investasi' dimanfaatkan pihak swasta untuk mengembangkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Dengan naiknya peringkat utang Indonesia ke level layak investasi Moody's Investor Service, telah menyempurnakan peringkat layak investasi yang sebelumnya sudah diberikan Fitch Ratings," ungkap Fery dalam pernyataannya, Minggu (5/2/2012).
Fery yakin, pemerintah mampu mengendalikan volume penarikan utang. Pemerintah akan menarik utang sesuai perintah Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012 (UU APBN 2012) dan yang lain, pemerintah senantiasa akan menjaga defisit anggaran.
"Hanya mereka yang memiliki pola pikir lama dan sempit yang memandang pengelolaan utang dari sisi konsumsi. Padahal pesan dari pemberian peringkat tersebut akan lebih berdampak pada perkembangan bisnis, dalam hal ini pihak swasta. Swasta akan mendapat keuntungan dari peringkat tersebut dengan kemudahan berbisnis," tegasnya.
"Dengan investasi asing yang akan lebih fleksibel memercayakan dananya ke kantong-kantong swasta nasional, ekonomi tumbuh stabil, demokrasi juga lebih memiliki responsibility, oposisi rasional dan loyal yang akan bertahan, yang ngawur akan tersingkir," katanya lagi. (tribunnews/yat)
Feri Antonius, Ketua Umum Angkatan Muda Indonesia Bersatu (AMIB) membantah pernyataan Eggy. Feri kemudian mengingatkan kalangan oposisi agar tidak menggenalisir permasalahan, lebih detail berpikir, sehingga mendapat kesimpulan yang jernih.
Justru, peningkatan peringkat utang Indonesia dengan predikat 'layak investasi' dimanfaatkan pihak swasta untuk mengembangkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Dengan naiknya peringkat utang Indonesia ke level layak investasi Moody's Investor Service, telah menyempurnakan peringkat layak investasi yang sebelumnya sudah diberikan Fitch Ratings," ungkap Fery dalam pernyataannya, Minggu (5/2/2012).
Fery yakin, pemerintah mampu mengendalikan volume penarikan utang. Pemerintah akan menarik utang sesuai perintah Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012 (UU APBN 2012) dan yang lain, pemerintah senantiasa akan menjaga defisit anggaran.
"Hanya mereka yang memiliki pola pikir lama dan sempit yang memandang pengelolaan utang dari sisi konsumsi. Padahal pesan dari pemberian peringkat tersebut akan lebih berdampak pada perkembangan bisnis, dalam hal ini pihak swasta. Swasta akan mendapat keuntungan dari peringkat tersebut dengan kemudahan berbisnis," tegasnya.
"Dengan investasi asing yang akan lebih fleksibel memercayakan dananya ke kantong-kantong swasta nasional, ekonomi tumbuh stabil, demokrasi juga lebih memiliki responsibility, oposisi rasional dan loyal yang akan bertahan, yang ngawur akan tersingkir," katanya lagi. (tribunnews/yat)

Post a Comment