Tentara Pun Menjadi Target Serangan, 26 Tentara Tewas Dibantai Pasukan NATO, Apa yang Akan Dilakukan Penguasa Budak, Zardari dan Kiyani?

 Pasukan Amerika dan NATO benar-benar penjajah, siapa pun bisa dibunuh sekehendak hati, termasuk tentara yang selama ini telah bekerjasama dalam menjajah negeri Muslim Afghanistan. Helikopter NATO menembak sebuah pos pemeriksaan militer di dekat perbatasan Afghanistan - Pakistan, menewaskan 26 tentara.
Serangan "tak beralasan dan sembarangan" ini terjadi di wilayah suku Mohmand, kata militer Pakistan. Sebagai tanggapan atas serangan itu, Pakistan menutup perbatasan untuk pasokan bagi pasukan NATO di Afghanistan.

Pasukan NATO di Afghanistan mengatakan tengah menyelidiki kasus tersebut, serta menawarkan belasungkwa kepada keluarga yang telah menjadi korban.

Serangan diduka terjadi di pos pemeriksaan Salala, sekitar 2,5 km dari perbatasan Afghanistan, pada pukul 02.00 waktu setempat. Dua perwira termasuk diantara yang tewas, kata pejabat, dan tujuh tentara dilaporkan terluka.

Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani, yang sebenarnya telah berjabat tangan dengan AS, seolah mengutuk kerasn sera ngan NATO itu.

Seorang perwira militer senior Pakistan mengatakan bahwa upaya-upaya sedang dilakukan untuk mengangkut mayat para tentara yang tewas ke kota utama Mohmand, Ghalanai.

"Serangan terakhir oleh pasukan NATO di pos kami akan berakibat serius ketika mereka tanpa alasan menyerang pos kami dan membunuh tentara yang tertidur," katanya, tanpa menyebutkan nama karena ia tidak berwenang berbicara kepada media.

Masood Kausar Gubernur provinsi Khyber Pakhtunkwa, dilaporkan mengutuk serangan itu sebagai sesuatu yang "tak bisa diterima dan tidak dapat ditoleransi".

Sementara itu, Komanda ISAF Jenderal John R Allen hanya mengatakan, insiden "telah menjadi perhatian paling tinggi dan komitmen saya untuk menyelidiki secara menyeluruh untuk menentukan fakta-fakta".

Merespon serangan itu, truk-truk dan tanker bahan bakar dihentikan di kota Jamrud di wilayah suku Khyber dekat kota Peshawar, pejabat dan media setempat mengatakan, bagian dari rute pasokan utama yang memberikan 80% dari peralatan NATO ke Afghanistan.

"Kami telah menghentikan pasokan dan sekitar 40 tanker dan truk telah kembali dari pos pemeriksaan di Jamrud," kata Mutahir Zeb, seorang pejabat senoir pemerintah mengatakan.

Tentara Pakistan telah terlibat dan bekerjasama dengan penjajah Amerika untuk memerangi kaum Muslim di daerah wilayah penting perbatasan. 

Pos pemeriksaan di pusat insiden terbaru ini didirikan untuk mencegah para mujahidin menyeberang perbatasan ke Afghanistan. Mereka telah menjadi perhatian bagi tentara penjajah di bawah pimpinan NATO dan Amerika Serikat.

Penjajah Amerika Serikat telah menargetkan wilayah kesukuan Pakistan dekat perbatan Afghanistan tersebut selama beberapa bulan, serta telah menewaskan banyak warga sipil dengan pesawat tak berawak.

Tahun lalu, helikopter AS sengaja menewaskan dua tentara Pakistan di dekat perbatasan, juga mendorong Pakistan untuk menutup perbatasan untuk pasokan NATO. Hanya saja hal itu cuma sementara. Militer Pakistan bukannya mengusir para penjajah tersebut, malah setelah itu pejabat Pakistan kembali bersama AS. Benar-benar budak Amerika.

Ketika tentaranya dibunuh secara terang-terangan oleh penjajah NATO, apa yang akan dilakukan oleh penguasa budak, Zardari dan Kiyani? Hanya sebatas mengutuk, lalu memotong jalur pasokan NATO, dan itu hanya sementara. Kapan pemerintah Pakistan menutup rute pasokan NATO ke Afghanistansecara permanen? Berapa banyak lagi harus mati untuk perang AS tersebut?

Sungguh, semestinya kejadi ini menjadi pelajaran penting bagi para tentara Muslim di Pakistan agar tidak terus menerus menjadi budak para penguasa budak. Semestinya para tentara itu melancarkan jihad membela tanah kaum Muslim dan mengusir penjajah, namun kini di dalam sistem sekuler kapitalis, tentara telah menjadi mesin pembunuh yang digunakan oleh penguasa diktator.

Umat Islam benar-benar hanya membutuhkan satu kesatuan politik di bawah naungan Khilafah Islamiyyah yang akan mengembalikan kehormatan umat serta mempertahankan darah dan tanah kaum Muslim dari cengkraman penjajah dan kaki tangannya. Institusi inilah yang akan menyatukan kaum Muslim sedunia dan yang akan menyeret para penguasa budak yang telah menzhalimi umat Islam ini. Insya Allah, tidak akan lama lagi. [m/bbc/syabab.com]