
Demikian pandangan Johnson Panjaitan, seorang advokat dan aktivis serta mantan menko perekonomian Rizal Ramli PhD yang juga tokoh nasional dan Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARP). Keduanya berbicara kepada Metro TV Sabtu malam dengan topik reshuflle kabinet yang banyak dipertanyakan publik.
''Publik dan mediasudah kehilangan harapan dengan resufel (pembancuhan) kabinet yang justru menggemukkan kabinet, kian boros dan tak efektif serta bau KKN. Saya tidak mau punya pemimpin macam (SBY) itu, yang justru membiarkan KKN meluas. Ini kemunduran era reformasi,'' kata Johnson Panjaitan.
Sementara Rizal Ramli menyatakan rakyat butuh perubahan secepatnya untuk mengganti pemerintahan yang sudah tidak bisadiharapkan lagi. ''Neoliberalisme terus dipertahankan SBY, KKN dibiarkan dan pemberantasan KKn hanya perang-perangan tanpa keseriusan, dan para petinggi yang KKN dibiarkan. Hanya mereka yang di bawah yang diberantas korupsinya. Ini semua demi pencitraan, tapi rakyat tahu sudah tak butuh lagi rezim pencitraan. Ini semua untuk logistik 2014, dan sungguh kemunduran besar,'' kata Rizal Ramli.
Kedua pembicara menekankan pentingnya gerakan perubahan untuk mengakhiri rezim korup dan boros ini karena kalau dibiarkan maka rakyat akan jadi korban terus menerus dan makin menderita. [RIMANEWS]

Post a Comment