Badan intelijen dan polisi Afghanistan telah menyiksa para tahanan secara "sistematis" termasuk anak-anak di sejumlah penjara, melanggar hukum lokal dan internasional, laporan PBB menyatakan Senin kemarin (10/10).
Sejumlah orang mengatakan kepada PBB bahwa Direktorat Keamanan Nasional (NDS) dan Polisi nasional Afghanistan telah melakukan pelecehkan secara fisik atau mental terhadap para tahanan, dengan menggunakan pemukulan, listrik dan pencabutan kuku, menurut laporan tersebut.
Namun kepala PBB di Afghanistan, Staffan de Mistura, mengatakan bahwa penyiksaan bukanlah kebijakan kelembagaan atau pemerintah, dan memuji kementerian dan instansi intelijen yang memungkinkan akses ke penjara-penjara untuk penelitian.
Pemerintah Afghanistan menolak banyak tuduhan, tetapi mengakui ada beberapa penyalahgunaan, dan menambahkan bahwa langkah-langkah sedang diambil untuk mencegah masalah lebih lanjut.
Ada penyiksaan sistematis ditemukan di lima fasilitas penjara Afghanistan, kata laporan itu, dan beberapa, tuduhan yang kredibel terkait penyiksaan pada dua fasilitas lainnya. (fq/reu)

Post a Comment