JAKARTA, - Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lily Wahid, Jumat (9/9) pagi mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adik kandung mantan Presiden Abdulrahman Wahid itu mengaku akan mengadukan Sri Mulyani Indrawati, Boediono dan Darmin Nasution terkait beberapa kasus dugaan korupsi.
Lily yang datang mengenakan baju berwarna hijau itu tiba di kantor KPK sekitar pukul 09.30 WIB. Ia tampak datang bersama mantan aktivis Sri Bintang Pamungkas.
"Boediono, Sri Mulyani, Dirjen pajak yang dilaporkan adalah Darmin Nasution dengan beberapa kasusnya," kata Lily saat ditemui di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (9/9).
Menurutnya, pelaporannya tersebut juga disertai dengan data-data lengkap. Lily menjelaskan salah satu kasus yang melibatkan Sri Mulyani adalah kasus kasus pajak yang melibatkan pemegang saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Paulus Tumewu.
"Bukannya dugaan Menkeu (Sri Mulyani) mengeluarkan surat ke Kejagung untuk melepas Paulus," jelasnya.
Kemudian untuk Boediono, ia menyebut wakil Presiden RI terkait dalam pembebasan pajak Bank Mandiri senilai Rp2,2 triliun. Lily mengatakan Boediono telah mengeluarkan perarturan menteri keuangan yang hanya berlaku untuk peristiwa tersebut kemudian ditariknya kembali.
Sedangkan terkait Darmin Nasution, adik Gus Dur itu menyebut tidak ada dirjen pajak yang tidak terlibat dalam korupsi.
"Kita melaporkan bahwa Gayus saja sebagai pegawai kecil. Hanya pegawai rendahan bisa melakukan kerugian kepada negara apalgi bos-bosnya," cetusnya.(ian/MI)

Post a Comment