Jumlah korban jiwa yang jatuh itu diungkapkan pejabat resmi pemerintahan baru Libya di bawah Dewan Transisi Nasional (NTC). Menteri Kesehatan Interim Libya Naji Barakat mengatakan, setidaknya 30 ribu orang tewas dan 50 juta terluka akibat perang saudara yang terjadi sejak enam bulan lalu di negara berpenduduk 6 juta jiwa itu.
"Korban meninggal dan terluka jumlahnya dapat bertambah ketika penghitungan selesai dalam beberapa pekan ke depan," ujarnya seperti dikutip New York Daily News, Kamis (8/9).
Krisis di Libya merebak setelah terjadi gejolak politik di dua negara tetangganya Tunisia dan Mesir. Kerusuhan di dua negara Afrika Utara itu pun merembet ke Libya pada Februari 2011.
Perlawanan oposisi di Libya menuai hasil ketika pada 22 Agustus mereka dapat menguasai Kota Tripoli yang memaksa Qaddafi keluar dan bersembunyi dari kota tersebut.
Namun, Qaddafi menolak untuk menyerah dan mengancam akan melakukan perang gerilya untuk merebut kekuasaannya kembali. Meski keluarga dan sejumlah pendukungnya sudah mengungsi ke Niger, Qaddafi mengklaim dirinya masih berada di Libya.
"Qaddafi tidak akan meninggalkan tanah kelahiran nenek moyangnya," ujar Qaddafi dalam rekaman suara berdurasi lima menit yang disiarkan Televisi Al-Ria.
Namun, hingga saat ini keberadaan Qaddafi masih misteri.
[muslimdaily.net/plt-onln]

Post a Comment