FEMINISME : Protes Wanita Barat Terhadap Penindasan Gereja

Oleh : Hj. Irena Handono,
Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center


Feminisme dalam kamus Oxford didefinisikan sebagai advocacy of women's right and sexual equality atau pembelaan terhadap hak perempuan dan kesetaraan pria-wanita.

Feminisme lahir di Eropa, dari perkumpulan perempuan terpelajar kalangan bangsawan di Middelburg, Belanda pada 1785. Dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet, perkumpulan yang memperjuangkan universal sisterhood ini menjadi gerakan yang cukup menarik perhatian wanita Eropa. Tapi walaupun menyandang nama "universal", perjuangan mereka hanya untuk perempuan kulit putih saja, sedangkan perempuan negeri jajahan bagi mereka tak lebih dari seorang budak. Pergerakan dari Eropa ini kemudian berpindah ke Amerika dan berkembang pesat di sana.

Gerakan feminisme timbul sebagai bentuk protes terhadap normal-norma sosial yang berlaku di Barat. Sejak abad ke-4 M, agama dijadikan kekuatan politik untuk menyatukan imperium terbesar saat itu, Romawi. Di bawah kepemimpinan Konstantin, agama Katholik-Roma menjadi satu-satunya agama resmi negara.

Norma sosialnya muncul dari Bibel. Lalu bagaimana Bibel berbicara tentang perempuan? Berikut contohnya:

Kesalahan kekal manusia

Timotius 2
2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh kedalam dosa.

2:15 Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.

Ajaran-ajaran seperti itulah yang akhirnya menyebabkan Kristen mengganggap Perempuan sumber kejahatan dan tipu daya. Christome menjelaskan : "Perempuan adalah keburukan yang pasti, tipu daya alam dan bencana yang tak terelakkan, bahaya dalam rumah, fitnah yang merusak dan ia jahat berlumur darah" Well Doran : The History of Civilisation, jilid 16.

Mazmur 51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Bibel menyatakan bahwa maksiat adalah sebuah dosa besar yang diturunkan dari Hawa sampai ke anak cucunya. Kisah tentang Hawa yang memberikan buah terlarang pada Adam terdapat dalam Bibel Perjanjian Lama, Kejadian 3:1-19. Pemikiran "kesalahan" yang ditujukan kepada Hawa sudah melekat dari dahulu, II Korintus 11:3. Dan itulah sebabnya gereja mengatakan manusia mewarisi dosa Adam, Roma 5:12. Dan juga itulah yang menyebahkan kematian turun ke bumi, Roma 6:21. sehingga Hawa berhak mendapatkan laknat abadi yang rasanya lebih pahit dari kematian.

Konsep ini membawa pengaruh besar dalam peradaban Eropa, seperti yang dijelaskan Fuad Afrad Al Bustani, "Sesungguhnya agama Kristen melihat "dosa asal" itu sebagai akidah dan dasar utama dalam pengajaran agama. semua orang mewarisi dosa itu sejak lahir dari bapak manusia pertama, dosa asal, sumber dosa-dosa yang bertimbun-timbun pada keturunannya yang dibayar. oleh Yesus, Adam yang baru" Ensiklopedia Pengetahuan, kata Adam, hal 107.

Penghinaan dan penindasan terhadap perempuan

Bibel berpendapat, perempuan lebih rendah dari laki-laki, menindas semua hak perempuan dan menyatakan perempuan dibawah kekuasaan laki-laki di semua periode hidupnya sampai mati. Teks Bibel juga menyatakan (Ulangan 24:1-4) bahwa laki-laki diperbolehkan menceraikan istrinya kapan saja, apapun sebabnya. Bahkan mengatakan perempuan sebagai najis sehingga menjadi alasan untuk diceraikan.

Bibel memandang hina terhadap perempuan yang mengalami haid dan nifas. Mereka dianggap najis, apapun yang mereka sentuh akan tertular najis. Dan najis adalah dosa sehingga mereka harus mempersembahkan korban pada Tuhan untuk menghapus dosa.

Imamat 15
15:25 Apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya mengeluarkan lelehan, yakni lelehan darah yang bukan pada waktu cemar kainnya, atau apabila ia mengeluarkan lelehan lebih lama dari waktu cemar kainnya, maka selama lelehannya yang najis itu perempuan itu adalah seperti pada hari-hari cemar kainnya, yakni ia najis. Hal yang sama terdapat dalam 15:26-30

Lukas23
23:29 sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui.

Ayat diatas justru menggiring perempuan untuk membuat dirinya menjadi infertil (mandul). Tidak menyusui anak lebih baik dari menyusui. Maka dengan begitu kondisi perempuan makin bertambah buruk.

Posisi perempuan bertambah rendah karena Hawa dianggap penanggung dosa yang pertama. Bahkan ada pemikiran, jangan-jangan Hawa bukanlah manusia. Dalam sebu¬ah buku, seorang pendeta pernah mengatakan, demikian, "Perempuan tidak ada ikatan atau hubungan spesies manusia" Wester Mark : The History of Marriage.

Hal senada juga disebutkan dalam sebuah Ensiklopedia, kutipan sebuah hasil rapat dua konferensi kegerejaan mengenai perempuan yang dilaksanakan di Roma tahun 582 M (beberapa tahun sebelum Islam datang) mengeluarkan komunike:

"Perempuan adalah mahluk yang tidak mempunyai jiwa dan oleh sebab itu selamanya tidak akan menikmati taman Firdaus dan tidak masuk kerajaan langit. Perempuan adalah kekejian perbuatan setan, tidak ada hak bicara dan tertawa dan tidak boleh memakan daging, bahkan setinggi- tingginya hak dia adalah menghabiskan semua kesempatan untuk melayani laki-laki tuannya, atau menyembah Tuhan Allah" Encyclopedia La Rousse, kata Femme.

Perempuan di Barat

Kritikan dari kaum perempuan datang dari Madame Avril. Saat itu penghinaan terhadap perempuan berlanjut dan hak-hak sosial dirampas sepanjang abad pertengahan hingga awal abad modern. Kondisi buruk terjadi hing¬ga abad ke-17 M. Ketika itu perempuan berada pada level perbudakan dan kehinaan yang paling rendah.

Anehnya, di Inggris ada undang-undang yang memperbolehkan laki-laki menjual istri-istrinya dengan harga yang telah ditetapkan yakni 6 pounsterling. Sekitar tahun 1790, harganya menjadi 2 sen. Dan kemudian undang-undang tersebut dibatalkan pada 1805. Abbas Akkad:Al Mar'ah fil Al Qur'an,hal. 192.

Inilah yang mendorong perempuan bergerak untuk menuntut persamaan hak. Lahirlah opini bahwa 'agama membelenggu perempuan', yang Sesungguhnya hal ini hanya terjadi di Barat akibat Bibel dan norma-norma gereja. sedangkan Islam hadir justru memuliakan kaum perempuan mengangkat harkat dan martabatnya.