Penyidik memiliki bukti bahwa pemimpin Libya Muammar Gaddafi telah memerintahkan adanya pemerkosaan massal dan membeli berkontainer obat seks untuk mendorong pasukannya memperkosa para perempuan, kata kepala jaksa ICC (International Criminal Court), Rabu kemarin (7/6).
Luis Moreno-Ocampo mengatakan ia mungkin meminta adanya dakwaan baru berupa perkosaan massal yang akan dilakukan melawan Gaddafi menyusul terungkapnya bukti baru.
Kepala Jaksa Pengadilan Pidana Internasional ini mengharapkan akan ada keputusan dari hakim dalam beberapa hari mendatang berdasarkan permintaannya untuk tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus dituduhkan terhadap pemimpin Libya, salah seorang putranya dan kepala intelijennya.
"Sekarang kami mendapatkan beberapa informasi bahwa Gaddafi sendiri yang memutuskan untuk adanya perkosaan massal dan ini adalah dakwaan baru," kata Moreno-Ocampo kepada wartawan.
Dia mengatakan ada laporan-laporan dari ratusan wanita yang diserang di beberapa daerah di Libya.
Ada bukti pihak berwenang Libya membeli obat-obatan bertipe Viagra dan memberikannya kepada pasukan sebagai bagian dari kebijakan resmi pemerkosaan massal, Moreno-Ocampo mengatakan.
"Mereka membeli obat untuk meningkatkan kemungkinan seks untuk memperkosa perempuan," katanya menegaskan.
"Sebelumnya tidak pernah ada pola yang ia gunakan untuk mengontrol populasi. Perkosaan adalah aspek baru dari tindakan represi. Untuk itulah mengapa kami awalnya ragu, namun sekarang kami lebih yakin bahwa ia (Gaddafi) yang memutuskan untuk menggunakan pemerkosaan sebagai salah satu senjata," kata jaksa Moreno-Ocampo.
"Ini sangat buruk - di luar batas kemanusiaan."(fq/afp)

Post a Comment