Ust.Baasyir : Jatah 20 % Itu Rekayasa Densus


Abu Bakar Baasyir(Foto: Daylife)
Abu Bakar Baasyir(Foto: Daylife)
JAKARTA - Terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Baasyir mengaku Densus 88 melakukan fitnah dan rekayasa terhadap dirinya menyusul adanya tuduhan jika dirinya menerima 20 persen uang hasil perampokan Bank CIMB Niaga Medan pada 2010 lalu.

"Saya kan dituduh terima 20 persen (hasil perampokan CIMB) itu rekayasa Densus, ini tidak lepas dari tekanan barat," ujar Baasyir di PN Jaksel, Senin (4/4/2011).

Sebelumnya, dari sederet tuduhan yang dialamatkan kepadanya, Baasyir selalu menuding Densus 88 Antiteror sebagai dalangnya. Kini, dia juga menyeret pemerintah Australia.

“Pihak Australia nasihati kalau saya nggak usah diproses di pengadilan, tapi ditembak saja, selesai. Australia menekan, di sini menunjukkan pemerintah RI masih di bawah pantat orang asing, AS dan Australia. Mereka mengatakan tak perlu diadili, karena kalau diadili terlalu banyak biaya,” kata amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) itu sebelumnya.

Seperti diketahui, polisi sudah menangkap dua tersangka dalam perampokan Bank CIMB Niaga Medan. Mereka ditangkap dalam penggerebekan di Belawan dan Tanjung Balai, Sumatera Utara, Minggu 18 September 2010.