ANDERSON – Robert Bowling menderita diabetes, tekanan darah tinggi dan encok, dan telah tidak dapat bekerja sejak tahun 2002.
Pada perayaan Thanksgiving tahun 2009, ketika ia harus dibawa dengan segera ke ruang gawat darurat di Rumah Sakit Mercy Anderson, seorang perawat merujuknya ke sebuah klinik gratis yang baru saja buka di dekat bangunan kantor medis berdekatan dengan rumah sakit tersebut.
Klinik Muslim Ohio, Cabang Cincinnati, sekarang dikenal sebagai Klinik Perawatan Mercy, dimulai oleh sebuah kelompok dokter Muslim lokal.
"Saya berpikir begitu banyak tentang publik Amerika melihat berita dan berpikir jika mereka melihat seorang Muslim seolah-olah mereka secara otomatis adalah seorang teroris," kata Bowling, 53 tahun, dari Kota Anderson.
Muslim yang Bowling kenal adalah para dokter berdedikasi yang merelakan waktu mereka untuk merawat dirinya dan menyediakannya dengan obat-obatan yang menyelamatkan jiwanya. Mereka telah memberinya kartu farmasi Kroger, dapat ditebus untuk resep $4, dan sebuah rujukan pada apotek gratis St. Vincent de Paul Society’s di West End.
"Saya benar-benar harus berjuang tanpa adanya klinik ini," kata Bowling.
Para dokter Muslim tersebut ingin memperpanjang jam-jam klinik tersebut dan kemampuannya untuk memberikan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan yang terus bertambah.
Dokter yang merawat Bowling adalah Tariq Sultan, seorang Muslim kelahiran Pakistan dan ahli penyakit dalam di Mercy Anderson. Sultan adalah salah satu dari pendiri klinik tersebut – dibuka pada juli 2009 – dan salah satu dari 140 dokter Muslim di kawasan tersebut yang telah menjadi relawan secara individu atau di dalam kelompok kecil di klinik lain melayani orang-orang miskin.
Para dokter tersebut ingin melayani komunitas yang lebih luas dan, menurut Sultan, ingin memuaskan tiang agama Islam keempat – Zakat, memberikan dan melayani orang miskin.
"Setiap orang percaya dengan surga dan neraka," Sultan mengatkan. "Jika Anda melakukan sikap yang baik maka Anda semakin dekat kepada Tuhan. Anda bergerak maju."
Para dokter tersebut juga ingin bergerak maju, melakukan bagian mereka untuk memecah stereotip negatif Islam di Amerika.
Klinik perawatan Mercy didasarkan pada model sebuah klinik gratis yang dibuka pada tahun 1996 di California oleh para dokter Muslim.
Lima tahun sebelum serangan 9/11, para dokter Muslim di Los Angeles ingin menciptakan sebuah "pandangan yang lebih positif tentang Islam" dan memberikan para relawan kesempatan.
"Kami semua adalah hamba Tuhan," kata Seyed Moussavian, seorang ahli pencernaan dengan sebuah praktik pribadi di Montgomery dan seorang pendiri klinik lokal.
Moussavian adalah salah satu dari spesialis yang sering bekerja bergantian – klinik tersebut buka pada pukul 5 sampai pukul 8 malam. Pada Kamis – atau mengambil pasien rujukan dari dokter klinik Muslim lainnya. Klinik tersebut menggunakan kantor dan ruang pemeriksaan obstetri Rumah Sakit Mercy.
Kira-kira 25 pasien terlihat setiap minggunya di ruangan yang dipinjam tersebut.
Jaringan klinik tersebut telah tumbuh termasuk kardiolog (ahli jantung), pulmonolog (ahli paru-paru), ahli bedah dan ortopedis, non-Muslim dan Muslim semua sama, dilahirkan di Syiria, Mesir, dan Libanon.
Sampai Maret, Klinik Muslim tersebut telah menyediakan 900 janji untuk sekitar 500 individual.
Bowling dan Steven Stiles, 23 tahun, dari Morrow, berada di antara para pasien tersebut yang menerima perawatan berkelanjutan di klinik tersebut.
Pengangguran dan tanpa asuransi kesehatan, Stiles menderita celiac disease, yang mengganggu penyerapan gizi di dalam usus halus dan dapat menyebabkan rasa sakit perut bagian atas yang sangat parah dan kelesuan.
Moussavian telah membantu Stiles menyusun sebuah diet ketat bebas gluten untuk membantu mengendalikan gejala penyakitnya.
"Saya tidak dapat membiayai pergi ke tempat lain," kata Stilers.
Pada Kamis malam, Moussavian dan Stiles merayakan kenaikan berat badan Stiles sejak kunjungan bulan sebelumnya, walaupun ia mengeluhkan tentang pengurangan daya perasa di tangannya.
"Ia menghabiskan banyak waktu bersama saya. Ia seperti keluarga," kata Stiles, yang tidak melihat dokternya tersebut sebagai seorang Muslim. Ia mengatakan bahwa ia hanya melihat seseorang yang merawatnya dengan kemampuan, kelembutan dan kesabaran.
Kata Moussavian, "Merupakan hal menyedihkan bahwa agama, yang seharusnya membawa kita semua bersatu, telah digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk memisah-misahkan kita."
Klinik Perawatan Mercy adalah sebuah pencegah. Klinik tersebut adalah sebuah upaya gabungan orang-orang dari dua agama besar – Islam dan Katolik.
Para dokter Muslim mendekati para eksekutif di Mercy Anderson dengan gagasan sebuah klinik gratis.
Dan Roth, mantan wakil presiden rumah sakit urusan medis, membawa konsep kepada pimpinan rumah sakit Patricia Schroer.
"Kami melihat kemungkinan tersebut," kata Suster Mary Lou Averbeck, direktur integrasi misi rumah sakit tersebut.
"Kami ingin merawat orang-orang yang miskin."
"Orang-orang merasa sakit," kata relawan Suhail Chaudhry, seorang kelahiran Pakistan, spesialis obat-obatan internal dengan praktik pribadi di Harrison.
Ia menyetir 45 menit setiap jalan dari ujung barat Hamilton County ke East Side untuk merawat pasien klinik tersebut, dengan sekitar 10 persen dari mereka adalah Muslim.
Yang lainnya adalah Yahudi, sebagian besar Kristen, seperti Jean Houck, 60 tahun, dari Loveland. Tidak dapat bekerja selama lima tahun terkahir karena kesehatan yang memburuk, ia mengatakan bahwa klinik tersebut telah membantu masalahanya dengan hipertensi, tekanan darah tinggi dan beberapa sakit perut dan masalah pencernaan.
Ia mampu mendapatkan resep obat-obatan secara teratur sekarang.
"Sejauh perawatan dokter manapun yang pernah saya dapatkan dalam hidup saya," ia mengatakan, "Di sini adalah yang paling menghormati yang pernah merawat saya." (ppt/nwc)www.suaramedia.com

Post a Comment