Muslim Rusia Kini Bicara Lawan Segala Bentuk Penindasan Terhadap Islam dan Kaum Muslim

"Muslim berpegang teguh pada Allah dan tidak terpecah belah", "Hentikan represif terhadap agama", "Islam agama damai", "Bebaskan Tahanan Politik", demikian beberapa slogan yang dikumandangkan oleh kaum Muslim Rusia dalam aksi protes di Ufa, Bakhortostan, 25/03/2011.
Di alun-alun ibukota Bakhortostan, di depan Momumen Salavat Yulayev, lebih dari 500 para pemuda Muslim menggelar aksi protes mengecam keras pelecehan oleh pasukan keamanan atas kaum Muslim.

Aksi ini juga dihadiri oleh para istri dan kerabat dari kaum Muslim yang telah dipenjara dengan tuduhan kejahatan yang bersifat ekstrimis.

mereka mengangkat poster-poster yang menuntut pembebasan para aktivis Islam, khususnya, Aidah Khabibullina dan Airat Dilmuhametova, serta peghapusan larangan literatur Islam, dan organisasi Muslim yang tidak terlibat dalam kegiatan kekerasan.

Menurut pembela Bashkirian, aksi tersebut memprotes kebijakan brutal terhadap kaum Muslim yang berusaha memenuhi kewajiban agama mereka. Keinginan kaum Muslim tersebut tidak melanggar hak siapa pun, namun tidak bisa "segala sesuatu di bawah kontrol", khususnya oleh instansi penegak hukum.

Pelanggaran hak-hak sipil tidak bisa berlanjut tanpa henti. Protes ini sebagai sinyal kepada mereka yang menentukan kebijakan penguasa untuk melawan kaum Muslim.
Rezim penguasa Rusia telah banyak memenjarakan para pemuda Muslim di Bakhorostan hanya gara-gara keaktifan mereka berdakwah di jalan Islam. Diantara mereka yang sering ditangkap adalah para pemuda Hizbut Tahrir. Mereka dituduh terlibat dalam pembelaan partai, kelompok Islam yang terorganisir untuk belajar Islam.
Selama penggerebekan di sebuah rumah, disita beberapa literatur dan video. Sebuah kekalahan intelektual rezim yang tak mampu menghadapi debat para pemuda muslim pengemban dakwah [baca: Kekalahan Intelektual Rezim Rusia, Enam Aktivis Dakwah Dipenjarakan Lagi! atau Kabar Tentang Muslim Rusia: 10 Orang Pengemban Dakwah Ditahan [+foto]].

Demikianlah, tanpa Khilafah sebagai pelindung umat, kaum Muslim di berbagai belahan negeri, termasuk di Rusia hidup dalam tekanan demi tekanan. Ketika mereka berusaha untuk memegang teguh Islam, lalu atas alasan apa di negeri yang mayoritas Muslim terbesar di dunia ini malah banyak menyepelekan agama dan menginjak-injaknya.

Tidak sedikit diantara mereka yang mengaku Muslim, tetapi terus menerus mengikuti langkah-langkah budaya Barat yang merusak kehidupan generasi masa depan. Sungguh sangat memalukan.

Sudah saatnya, buka mata, buka telinga, buka pikiran untuk kembali kepada sistem yang berasal dari Pencipta manusia, yakni aturan Allah Swt. Bagi mukmin, sudah menjadi keyakinan bahwa kelak semua manusia akan berhadapan dengan-Nya dan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang diperbuatnya di dunia ini. [m/qv/islamnews/syabab.com]