Mantan menteri luar negeri Libya Moussa Koussa, yang membelot ke Inggris pekan lalu ternyata bertindak sebagai agen ganda untuk MI6 Inggis dan CIA selama satu dekade.
Mantan kepala intelijen Libya, yang juga dikenal sebagai 'pimpinan penyiksa', telah ditawarkan suaka di Inggris sebagai imbalan bantuannya untuk menggulingkan Muammar Gaddafi dan rezimnya.
Koussa bertemu John Scarlett, mantan kepala intelijen asing agen MI6 Inggris pada tahun 2001 di London, di mana ia berjanji untuk membantu melacak aktivitas Al-Qaidah di Afrika Utara.
Mantan menteri ini juga memberikan 'tempat' bagi agen Inggris untuk melakukan tindakan spionase di Tripoli.
Tim layanan keamanan Inggris dan kementerian pertahanan saat ini sedang menginterogasi Koussa di sebuah rumah di Surrey, menurut laporan yang beredar.
Dia telah membuat tawaran rahasia untuk mencari perlindungan di Inggris ketika ia masih di Tripoli, tetapi setiap janji perlindungan khusus telah menimbulkan kemarahan di kalangan orang yang mencari penuntutan Koussa sebagai penjahat perang.
"Orang ini tidak boleh diberikan suaka atau perlakuan khusus lainnya, tindakan yang tepat adalah membawanya ke pengadilan", kata anggota parlemen Ben Wallace, asisten Sekretaris parlemen untuk Keadilan Ken Clarke.
"Inggris perlu membuat keputusan dengan cepat. Tidak akan ada pengadilan yang dengan mudah menerima ekstradisinya. Hal terakhir yang Inggris inginkan adalah Koussa diadili, kata Wallace.
Koussa juga telah dikaitkan dengan pemboman Lockerbie dan pembunuhan WPCYvonne Fletcher di luar Kedutaan Besar Libya di London, dalam beberapa hari pertama setelah serangan PBB pada militer Gaddafi 19 Maret lalu.
Koussa melarikan diri dari Tripoli Senin malam setelah mengatakan kepada rekannya bahwa ia mencari bantuan medis di Tunisia.(fq/prtv)

Post a Comment