Deputi VIII bidang Komunikasi dan Informatika Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Sagom Tamboen mengatakan kedua belah pihak masih terus bernegosiasi.
Dikatakan Sagom, Pemerintah akan bergerak melalui operasi militer jika situasi kondisinya tidak membahayakan sandera. Namun, opsi militer tak akan dipilih jika membahayakan keselamatan ABK yang berada dalam kapal.
Kapal kargo Sinar Kudus dibajak perompak Somalia di perairan Laut Arab, sejak 16 Maret 2011. Kapal tersebut diawaki 31 orang ABK dimana 20 di antaranya berasal dari Indonesia. Sinar Kudus berangkat dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, membawa bji nikel menuju Rotterdam, Belanda.
Untuk membebaskan kapal tersebut, perompak Somalia meminta tebusan sekira Rp 27 miliar kepada PT Samudera Indonesia. [mam/oke]
RIMANEWS

Post a Comment