Presiden Jangan Hanya Perhatikan PNS

Gaji PNS direncanakan kembali naik per 1 April 2011 ini. Kenaikan kali ini berlaku untuk Pegawai Negri Sipil, POLRI/TNI, dan pensiunan. Kabar ini pun mendapat respon oleh para pedagang pasar yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) yang berencana menaikan harga untuk memanfaatkan momen (detikfinance 23/3).

Pernah dikatakan oleh Presiden soal kenaikan gaji PNS ini dilakukan melalui terobosan kinerja secara terpadu, penuh integritas, akuntabel, taat kepada hukum dan transparan. Reformasi birokrasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik yang ditopang oleh kapasitas pegawai negeri sipil yang memadai. (liputan6.com).

Namun pertanyaannya, bagaimana kabar kesejahteraan non PNS? seperti buruh, pedagang kecil, dan yang lainnya. Padahal notabene juga bagian dari rakyat Indonesia yang seharusnya juga diperhatikan oleh presiden. Dalam Islam, hal ini sudah menjadi kewajiban seorang imam yang menjadi kepala negara, tak boleh melenakan elemen masyarakat yang lain, padahal itu juga mayoritas.

Masyarakat miskin masih banyak, Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus  2010 mengkategorikan masyarakat miskin adalah masyarakat yang berpenghasilan dibawah Rp7.057 per orang per hari, angkanya justru berada pada titik 13,33 persen atau 32,53 juta orang. Itupun begitu banyaknya, padahal standar penghasilan Rp7057 sampai Rp15000 sekalipun yang sudah dikategorikan tidak miskin, apakah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi urusi keperluan anak sekolah.

Belasan juta orang kehilangan pekerjaan. Menurut Direktur Keuangan dan PSDM PPM Manajemen Bramantyo Djohan Putro menembus 20 juta orang lebih atau 10%. Menurut data lain, tiga juta diantara pengangguran adalah sarjana. 4,5 juta anak putus sekolah, jutaan orang mengalami malnutrisi. Sedangkan angka kriminalitas meningkat 1000% (kompas.com 2010)

Rasulullah SAW bersabda: “ Imam yang diberi kekuasaan atas manusia adalah pemimpin (penggembala) dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas rakyat yang dipimpinnya” . (HR.Muttafaq alaih)

Presiden juga sudah selayaknya berkaca pada khalifah Umar, selepas pulang dari Syria, Amirul Mukminin ingin mengetahui keadaan rakyatnya, ia menyusuri jalan-jalan kampung untuk mengetahui keadaan penduduk dengan cara menyamar sebagai penduduk biasa. Sang khalifah mendatangi sebuah gubuk kecil yang dihuni oleh seorang nenek-nenek, mengetahui nenek tersebut dalam kesulitan, Umar pun memberikan bantuan kepadannya.

Kepala negara yang satu ini memang seringkali berkeliling ke rumah-rumah penduduk untuk mengetahui keadaan rakyatnya. Disuatu malam, beliau bersama sahabatnya Aslam juga mendatangi sebuah rumah penduduk di kawasan terpencil yang kehabisan makanan, sementara anaknya terus menangis karena kelaparan, ibunya coba menghibur anaknya tersebut dengan memasak batu. Melihat hal itu, tanpa berfikir panjang tanpa beristirahat, khalifah langsung memikul sendiri karung gandum untuk diberikan pada ibu pemilik rumah tersebut.

Di tengah perjalanan umar terlihat keletihan karena memikul sendiri karung gandum itu, Aslam berkata pada khalifah:

“Wahai Amirul Mukminin, biarlah aku saja yang memikul karung itu...”. Umar menjawab: " Wahai Aslam, jangan engkau jerumuskan aku ke dalam neraka. Engkau akan menggantikan aku memikul beban ini, apakah kau kira engkau akan mau memikul beban di pundakku ini di hari pembalasan kelak?. Subhanallah, sungguh pemimpin yang layak dicontoh.

Begitulah, oleh karena itu presiden jangan hanya memperhatikan PNS, namun juga elemen masyarakat lain, engkau akan dimintai pertanggung jawaban atas semua rakyatmu ini. Atau punya tujuan politis tertentu?. Tinggalkan pula sistem kapitalisme sekuler yang telah membuat masyarakat sengsara, kemudian ganti dengan sistem Islam dalam bingkai negar khilafah yang niscaya membuat Indonesia menjadi negara sejahtera dan makmur. Tetapi yang lebih utama, penerapan sistem Islam secara kaffah tersebut merupakan tuntutan akidah seorang Muslim.

Digambarkan oleh pemikir barat Wll Durrant dalam The Story of Civilization “Sepanjang masa Kekhilafahan Islam para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya, menyediakan berbagai peluang bagi siapapun yang memerlukannya; memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka, menjadikan pendidikan menyebar luas hingga berbagai ilmu, sastra, falsafah dan seni mengalami kejayaan luar biasa yang membuat Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad". Wallahu A'lam.

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?. (QS. Almaidah: 50).






Ali Mustofa