Inilah Demokrasi : "Rupiah Melemah Dibilang Masih Stabil"

JAKARTA,  - Kurs Rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta Selasa (22/3) sore melemah tipis 1 poin ke posisi Rp8.721 dibanding sebelumnya yang sebesar Rp8.720.
Analis saham Eko Capital Securities Cece Ridwan di Jakarta, Selasa (22/3) mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah tipis menunjukkan mata uang Rupiah masih dalam keadaan yang stabil.
"Rupiah masih stabil, kendati sore ini terlihat melemah. Pelemahannya tidak signifikan tanda rupiah masih bagus," kata dia.
Ia menambahkan, stabilnya pergerakkan rupiah mencerminkan inflasi pada bulan ini akan terkendali, dan menunjukkan harga pangan sudah mulai stabil. Ia mengatakan, inflasi yang tinggi akan merugikan perekonomian karena menggerus daya beli yang akan merugikan, baik konsumen maupun produsen.
"Inflasi harus dikendalikan dalam range yang dipatok pemerintah, diperkirakan inflasi selama bulan Maret 2011 sesuai dengan ekspektasi," kata dia.
Ia menambahkan, dengan terkendalinya ekspektasi maka acuan suku bunga (BI rate) akan tetap. Dengan begitu maka imbal hasil yang didapat investor masih lebar.
Selain itu, lanjut Ridwan, Rupiah yang stabil juga dapat membantu pengurangan pembayaran bunga utang yang sebagian besar berbentuk dalam mata uang dolar AS.
Ia juga meminta kepada pemerintah untuk terus memantau fluktuasi nilai tukar untuk jangka waktu tertentu dalam memutuskan asumsi rata-rata Rupiah yang akan dijadikan acuan dalam revisi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2011.
Sementara, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah hari ini -bergerak menguat keposisi Rp8.710 dibanding sebelumnya Rp8.751.(ian/ant/RIMANEWS)