Hillary: Libya Mungkin Berubah Menjadi Negara Demokrasi Atau Menghadapi Perang Berkepanjangan

Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton pada hari Selasa (1/3) mengatakan bahwa Libya bisa berubah ke arah negara demokrasi atau menghadapi perang saudara yang berkepanjangan.
Clinton dalam kesaksiannya di depan Kongres meminta Senat untuk tidak melakukan pengurangan anggaran yang signifikan terhadap usaha-usaha diplomasi dan bantuan luar negeri, meskipun ada kekhawatiran terkait utang nasional.
Ia mengatakan bahwa Libya adalah sebuah contoh bagaimana Amerika Serikat memerlukan dana untuk menangani krisis di luar negeri.
Ia menambahkan bahwa “Pada tahun-tahun mendatang, Libya akan menjadi sebuah negara demokrasi yang damai, atau benar-benar menghadapi perang saudara yang berkepanjangan.” (ara.reuters.com, 1/3/2011).