Hasyim Muzadi: Agresi Barat ke Libya Semata Demi Kuasai Minyak



JAKARTA, - Sekretaris Jendral (Sekjen) International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi mengatakan, serangan Ame
rika Serikat (AS) dan sekutunya ke Libia untuk kepentingan pengusaan minyak.
"Serangan barat ke Libia itu war for oil. Jadi ada kepentingan lain," ujar pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini usai bertemu puluhan tokoh nasional di kantor ICIS, Jakarta, Selasa (29/3).
Menurutnya, tindakan AS dan sekutunya itu saat ini justru membuat suasana negara itu semakin kacau. Korban jiwa dari kalangan sipil justru semakin banyak.
"Mandat PBB itu untuk melindungi warga sipil. Dan yang dilakukan barat sekarang ini justru membuat jatuhnya korban dari kalangan sipil yang lebih banyak dari korban konflik awal," jelasnya.
Hasyim pun setuju segera dilakukan genjatan senjata sebagai langkah awal menciptakan perdamaian di Libia. Hal itu katanya, sejalan dengan pemerintah RI yang mendorong perdamaian di libia melalui genjatan senjata.
Menurut mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, di Libia saat ini ada dua masalah. Yaitu serangan AS bersama sekutunya dan konflik antara kelompok pro dengan kelompok kontra. "Jadi ada genjatan senjata, tapi Khadafi juga harus mengerti maunya rakyat Libia, entah bagaimana caranya," katanya.
Ditambahkannya, jika setelah genjatan tidak ada langkah yang jelas, Libia akan tetap jatuh ke tangan AS dan sekutunya. Dan, ujung-ujungnya yang akan dirugikan adalah rakyat Libia sendiri.
Hasyim melihat, di Libia saat ini terjadi upaya pemecahan antara Libia Barat dan Libia Timur. Hal itu dilakukan AS dan sekutunya, karena tidak semua daerah Libia kaya minyak.
"Sekarang ini Libia Barat dan Timur dipecah. Ada apa dengan ini? Yang jelas Libia barat itu tidak ada apa-apanya. Yang kayak minyak itu Libia timur. Ini sama dengan di Suda yang dibelah jadi dua, utara dan selatan. Yang selatan yang banyak minyaknya,” katanya.
Terkait itu, Kiai Hasyim mengajak masyarakat dunia belajar dari perang Irak. Saat itu, AS dan sekutunya menggempur habis-habisan kekuatan Saddam Hussein. Namun, setelah Irak jatuh ke tangan AS dan sekutunya, rakyat Irak justru semakin larut dalam konflik antar kelompok.
"Ya agresi Barat ke Libia bisa mengulang apa yang terjadi di Irak," pungkas Kiai Hasyim yang beberapa tahun lalu bertemu Muammar Khadafi di Libia.(ach/inl/RIMANEWS)