Mengapa CIA Tak Beritahu Kebohongan "Senjata Masal" Irak?
WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Mantan menteri luar negeri AS Colin Powell menyerukan agar CIA dan Pentagon menjelaskan kenapa mereka tidak memberitahunya tentang tidak bisa diandalkannya sumber utama di balik klaim kapabilitas senjata biologis masal mantan Presiden Irak Saddam Hussein. Powell merespon pengungkapan The Guardian bahwa sumber itu, Rafid Ahmed Alwan al Janabi, mengakui telah berbohong tentang program senjata biologis rahasia Irak.
Dia ingin mengetahui kenapa tidak dijelaskan kepadanya bahwa Rafid tidak bisa dipercaya sebelum informasi salah dimasukkan ke dalam penilaian utama intelijen.
"Telah diketahui selama beberapa tahun bahwa sumber yang dengan julukan Curveball itu benar-benar tidak bisa diandalkan," The Guardian mengutip perkataan Powell.
"Pertanyaannya harus diajukan ke CIA dan DIA tentang mengapa ini tidak diketahui sebelum informasi salah dimasukkan ke dalam NIE yang dikirimkan ke Kongres, pidato State of the Union presiden, dan presentasiku tanggal 5 Februari di hadapan PBB," tambahnya.
Pidato Powell di depan PBB tanggal 5 Februari 2003 mengutip intelijen tentang program senjata biologis Saddam yang diperoleh dari seorang pembelot dengan nama sandi Curveball.
Dalam pidatonya dia merujuk pada "deskripsi langsung dari pabrik senjata biologis bergerak. Sumbernya adalah saksi mata yang mengawasi salah satu fasilitas itu."
Janabi, yang mendapatkan suaka di Jerman, sebelumnya mengatakan bahwa dia didekati oleh agen rahasia Jerman, BND, di tahun 2000 saat mereka mencari informasi dalam tentang Irak.
"Aku punya kesempatan untuk merekayasa sesuatu untuk menggulingkan rezim. Aku dan anak laki-lakiku bangga akan hal itu dan kami bangga bahwa kami adalah alasan yang memberikan Irak demokrasi. Aku harus berbuat sesuatu untuk negaraku, karena itu aku melakukan ini dan aku puas karena tidak ada lagi diktator di Irak," ujar Janabi.
"BND tahu bahwa aku berbohong setelah mereka berbicara kepada mantan atasanku, Dr. Bassil Latif, yang memberitahu mereka bahwa tidak ada pabrik senjata biologis bergerak. Selama 18 bulan setelah itu mereka meninggalkan aku karena mereka tahu aku berbohong meskipun tidak pernah mengakuinya. Percayalah, saat itu, aku kira semuanya sudah berakhir bagiku," ujarnya menambahkan. (rin/nk) www.suaramedia.com

Post a Comment