Juru Bicara Militer AS, Kolonel Scott Malcom mengatakan bahwa Gul jatuh di kamar mandi pada Selasa malam setelah sebelumnya melakukan latihan kebugaran di Camp 6, sebuah kamp yang diperuntukkan bagi tahanan Guantanamo yang dianggap berperilaku baik. Menurut Malcom, Gul sempat dibawa ke rumah sakit Kamp Guantanamo, tapi sesampainya di rumah sakit ia meninggal dunia. Militer AS rencananya akan memulangkan jenazah Gul ke Afghanistan.
Gul adalah tahanan ketujuh yang tewas di Kamp Guantanamo, sejak AS membuka Kamp Guantanamo pada bulan Januari 2002 sebagai tempat untuk menahan orang-orang dari seluruh dunia yang dicurigai sebagai teroris, atau punya hubungan dengan Taliban dan Al-Qaida. Lima tahanan Guantanamo lainnya yang tewas, diklaim karena bunuh diri dan satu tahanan meninggal karena kanker usus.
Malcom mengatakan, ihwal meninggalnya Gul masih dalam penyelidikan, tapi hasil autopsi hari Kamis kemarin mengindikasikan Gul meninggal karena serangan jantung atau karena penyumbatan arteri paru-paru. Malcom berdalih, undang-undang kerahasiaan pasien melarangnya untuk mengemukakan secara detil sejarah kesehatan Gul.
"Sebagai tahanan, Gul adalah satu tahanan yang paling patuh di Guantanamo, tapi tidak pernah ada kejelasan kapan ia akan dibebaskan," kata Malcom.
Selain Gul, masih ada 172 tahanan lainnya di Kamp Guantanamo. Gul sendiri sudah ditahan di kamp itu selama 8 tahun tanpa tuduhan apapun. Pihak militer AS hanya menyatakan bahwa Gul mengaku telah direkrut Taliban dan pernah bertemu dengan Usamah bin Ladin beberapa kali.
Tapi kuasa hukum Gul, Matthew Dodge mengatakan bahwa tuduhan militer AS itu "aneh" dan pemerintah AS telah memenjarakan Gul dalam tanpa batas waktu yang tak jelas karena tidak punya bukti untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap Gul.
Menurut Dodge, Gul sudah setahun lebih mundur dari kelompok Taliban, sebelum peristiwa serangan 11 September terjadi dan AS menggelar "perang melawan teror." Gul keluar dari Taliban karena menilai kelompok itu "kejam dan korup". Pasukan AS menangkap Gul pada Desember 2001 ketika Gula dengan sedang dalam perjalanan untuk bertemu secara suka rela dengan para pejabat militer AS di Afghanistan.
"Gul tidak pernah menjadi musuh AS dalam hal apapun," tukas Dodge.
Kematian tahanan di Kamp Guantanamo memang menimbulkan kecurigaan karena kamp itu dikenal dengan kekejamannya. Tentara AS yang ditugaskan di kamp tersebut kerap melakukan kekerasan dan penyiksaan terhadap para tahanan.
Tahun 2006, keluarga dari tiga orang tahanan yang juga tewas di Kamp Guantanamo mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS dengan tuduhan telah menutup-nutupi penyebab kematian ketiga tahanan tersebut. Gugatan itu ditolak oleh pengadilan federal AS. (ln/Isc/YN)

Post a Comment