TRIPOLI (Berita SuaraMedia) – Duta besar Libya untuk PBB mengatakan bahwa pernyataan penguasa Libya, Moammar Gaddafi, adalah sinyal bagi antek-anteknya untuk memulai genosida terhadap rakyat Libya. "Saya telah menerima informasi itu hari ini, bahwa setelah pernyataan oleh Kolonel Gaddafi hari ini, serangan terhadap rakyat telah dimulai di bagian barat Libya. Saya harap informasi yang saya dapat ini tidak akurat, tapi jika benar, ini benar-benar akan menjadi sebuah genosida," ujar Ibrahim Dabbashi pada hari Selasa (22/2).
Dabbashi juga meminta jaksa penuntut Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Luis Moreno Ocampo, untuk menyelidiki apa yang dia gambarkan sebagai genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Gaddafi dalam kerusuhan yang berlangsung di negara itu.
Merujuk pada pernyataan Dewan Keamanan PBB yang menyerukan pada pemerintah Libya untuk menghentikan kekerasan terhadap rakyatnya, Dabbashi mengatakan dirinya berharap untuk sebuah pesan yang lebih kuat dari masyarakat internasional.
Gaddafi melakukan pertarungan berdarah untuk mempertahankan kekuasaannya saat revolusi melawan penguasa itu mencapai ibukota Libya, Tripoli.
Gaddafi menolak seruan pemrotes pro-demokrasi untuk pengunduran dirinya terlepas dari pembunuhan lebih dari 1.000 warga Libya oleh militer.
Alih-alih, sang penguasa Libya berjanji untuk menghancurkan revolusi yang dimaksudkan untuk mengakhiri kekuasaannya.
Kebrutalan dari tindakan keras itu telah membuat banyak pejabat Libya berhenti. Pada hari Selasa (22/2), menteri dalam negeri Libya mengundurkan diri dari jabatannya.
Sebelumnya, dua pilot angkatan udara Libya membelot ke Malta di dalam pesawat mereka setelah menolak untuk melakukan perintah rezim untuk mengebom warga sipil.
Laporan mengindikasikan bahwa dua kapal angkatan laut Libya juga telah melarikan diri ke Malta setelah menolak untuk mengikuti perintah untuk melepaskan tembakan ke pemrotes pro-demokrasi di kota Benghazi.
Perkembangan itu datang saat semakin banyak laporan yang masuk tentang pasukan Libya yang membelot ke pihak orang-orang yang ingin menggulingkan Gaddafi, penguasa terlama di dunia Arab.
Namun, ribuan tentara telah diterjunkan ke kota Sabratha di mana pemrotes dilaporkan bentrok dengan pasukan keamanan. (rin/ptv) www.suaramedia.com

Post a Comment