FPI: Pembubaran Ormas, Salah Sasaran!

Intruksi untuk membubarkan organisasi massa, dianggap kebijakan salah sasaran.
Munarman, Jose Rizal Jurnalis dan Habib Rizieq Syihab (Antara/ Andika Wahyu)

VIVAnews - Aksi kekerasan dengan sentimen yang mengatasnamakan agama kian marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Paling sadis dan brutal, peristwa di Cikeusik, Pandeglang, Banten, antara warga dan jemaah Ahmadiyah.

Meski belum terbukti ada keterlibatan organisasi massa atau ormas dalam insiden berdarah di Cikeusik maupun di Temanggung, Jawa Tengah, namun wacana pembubaran ormas kembali mencuat. Ada dugaan kuat keterlibatan ormas masyarakat dalam bentrok yang terjadi di dua lokasi itu.

Pada peringatan hari Pers nasional, Rabu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan aparat penegak hukum untuk tidak segan-segan membubarkan organisasi masyarakat yang anarki.
"Kepada kelompok yang terbukti melanggar hukum, melakukan kekerasan, dan meresahkan masyarakat, kepada para penegak hukum agar dicarikan jalan yang sah dan legal, untuk jika perlu melakukan pembubaran" ujar Presiden.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Advokasi Front Pembela Islam, Munarman menilai rencana pembubaran organisasi masyarakat merupakan kebijakan yang salah sasaran.

"Pernyataan paling tidak bermutu dari seorang presiden, enggak nyambung..." ujar Munarman kepada VIVAnews.com, melalui pesan pendek, Kamis malam.

Menurutnya, akar permasalahan bukanlah karena keberadaan ormas melainkan sikap pemerintah mengenai keberadaan jemaah Ahmadiyah yang melanggar undang-undang.

Munarman pun menegaskan jika isu pembubaran ormas terus dihembuskan Presiden, maka umat dan ormas Islam akan siap mem-Ben Ali-kan Presiden. "Karena ternyata dia lebih memilih berada di pihak yang batil," tandasnya. (umi)