Doku Umarov: "Serangan Bom di Bandara Rusia atas Perintah Saya"

Tokoh pejuang Chechnya, Doku Umarov mengaku telah memerintahkan serangan bom bunuh diri yang terjadi bandara Rusia bulan Januari lalu. Dalam insiden itu, 36 orang tewas.
Pengakuan Umarov disampaikan lewat rekaman video yang diunggah situs www.Kavkazcenter.com. Dalam rekaman itu Umarov mengancam akan melakukan serangan lainnya untuk mewujudkan negara muslim yang independen dan menerapkan syariah Islam di kawasan Kaukasus, Rusia yang meliputi wilayah Dagestan, Chechnya dan wilayah lainnya di kawasan itu.
Rekaman video itu diduga dibuat pada tanggal 24 Januari, bersamaan dengan serangan bom bunuh diri ke bandara Domodedovo, bandara paling sibuk di Rusia. "Operasi khusus di Moskow hari ini ... dilakukan atas perintah saya," kata Umarov, 46, yang juga sering menyebut dirinya sebagai Emir Kaukasus.
"Operasi-operasi khusus semacam ini akan berlanjut ... untuk menunjukkan pada rezim chauvimis Putin (Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin) di Moskow ... bahwa kami bisa melakukan operasi ini kapanpun kami mau dan dimanapun," sambung Umarov sambil mengacungkan telunjuknya ke arah kamera.
Pemerintahan Putin di Rusia sejak akhir tahun 1999 berusaha memberangus kelompok Islamis di Chechnya yang dianggap sebagai pemberontak. Putin mengerahkan militer Rusia untuk membungkam "kelompok pemberontak" itu, tapi gerakan kelompok Islamis Chechnya makin kuat dengan dukungan dari kelompok serupa yang ada di Dagestan dan Ingushetia.
Dalam sebuah rekaman video lainnya, tanggal 5 Februari kemarin, Umarov menegaskan bahwa Rusia akan menghadapi tahun " berdarah dan air mata" jika tidak melepaskan wilayah-wilayah di Kaukasus. Dalam video itu Umarov muncul bersama seorang lelaki yang disebutnya sebagai "saudara seiman" yang akan dikirim ke Moskow untuk melakukan sebuah operasi rahasia.
Umarov juga mengaku sudah bertemu dengan batalion Riyadus Salikhiyn, sebuah kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan dan pembataian di sebuah sekolah di Beslan tahun 2004 lalu yang menewaskan 320 orang, serta aksi-aksi serangan lainnya antara lain serangan bom ke supermarket di Vladikavkaz di utara Kaukasus. (ln/rts)