Aksi Besar di Libya: Teriakkan Laa Ilaaha Illa Allah, Ghadafi Musuh Allah


"La ilaha illa Allah, Ghadafi musuh Allah!", demikian teriakkan kerumunan kaum Muslim dalam aksi besar-besaran menuntut pergantian rezim dan sistem di Libya. Teriakkan tersebut terjadi di Benghazi dalam aksi Anti Ghadafi di Libya 2011. Kaum Muslim rupanya mulai bangkit untuk memikirkan urusan mereka yang selama ini telah dizhalimi oleh para penguasa tiran.
Ghadafi, selama lebih dari empat dekade pemerintahannya, menjadi salah seorang tiran yang paling menekan di dunia Muslim.

Ia terkenal telah menyiksa siapa saja yang menyerukan Islam, ia pernah menggantung delegasi yang dikirim oleh gerakan Islam, Hizbut Tahrir ketika mereka meyakinkannya untuk menjauhi dari pandangannya yang Kufur dalam menolak sunnah/hadits.

Baru-baru ini, sebuah buku yang dikeluarkan oleh Komunike Hizbut Tahrir menjelaskan bagaimana Ghadafi pada tahun 1978 setelah pertemuannya antara dia dan delegasi dari Hizbut Tahrir selama 4 jam.

Pertemuan dan komunike tersebut dengan tegas menolak kekeliruan Gadafi yang menolak Sunnah.

Penting dicatat, setelah pembagian komunika tersebut, Gadafi memerintahkan kaki tangannya untuk menggantung anggota dan syabab Hizbut Tahrir di kampus universitasnya.

Hari ini, diakudi sebagai hari-hari kegelapan oleh semua Muslim menyaksikan dan mendengar tentang kebrutalan tiran Ghadafi tersebut. [m/kcom/np/syabab.com]