Segitiga Taliban Pusingkan Pasukan Kanada
KANDAHAR (Berita SuaraMedia) – Distrik Panjwaii telah sejak lama menjadi masalah bagi Kanada di Kandahar. Distrik tersebut telah selama bertahun-tahun membuat kesal para petinggi militer. Distrik itu adalah tempat kelahiran Taliban, tempat jantung spiritual gerakan tersebut. Banyak pejuang Taliban yang berasal dari Suku Noorzai yang dominan di kawasan tersebut, jadi simpati para penduduk tidak selalu diberikan kepada pasukan asing.
Kawasan itu merupakan satu dari tiga distrik terakhir di Kandahar yang masih berada di bawah pengawasan Kanada. Distrik-distrik lainnya, Dand dan Daman masih relatif lebih stabil jika dibandingkan.
Jadi, dengan waktu tujuh bulan tersisa bagi Kanada, maka waktu untuk menenteramkan Panjwaii sudah semakin menipis.
Pasukan Kanada kini tengah melakukan upaya besar-besaran untuk melakukan hal itu.
Para prajurit Kanada baru-baru ini meningkatkan upaya pencarian tempat penyembunyian senjata musuh. Para kru membangun jalan besar menembus distrik tersebut. Para prajurit menyisir Distrik Panjwaii. Mereka merebut wilayah yang belum mereka rebut sebelumnya. Para prajurit Kanada dan Afghanistan menyerbu desa-desa.
Strategi itu dimaksudkan untuk menjauhkan Taliban selama mungkin agar pasukan keamanan Afghanistan dapat memantapkan pijakan, kata komandan unit tempur terakhir Kanada di Kandahar dalam sebuah wawancara.
"Saya ingin merusak keseimbangan para pemberontak," kata Letnan Kolonel Michel Henri St-Louis yang memimpin batalion pertama, unit tempur Resimen Kerajaan 22e yang bermarkas di CFB Valcartier.
"Saya ingin membuat mereka tetap menebak-nebak," tambahnya.
Pencarian gudang senjata mendapatkan hasil besar bulan lalu. St-Louis mengatakan bahwa para prajuritnya menemukan banyak senjata di bulan Desember seperti yang mereka temukan di bulan Juni pada saat intensitas pertempuran sedang tinggi-tingginya.
"Jika kami terus seperti ini selama dua, tiga, empat bulan," katanya. "Maka pada akhir musi semi dan para gerilyawan kembali dan mencari senjata, maka upaya mereka sia-sia, bahkan sebagian di antaranya tidak akan ada di sana."
Yang tidak mudah adalah merebut hati warga. Mereka sudah pernah melihat semua itu sebelum para prajurit Kanada menyerbu kota dan melawan Taliban. Mereka tinggal sementara kemudian pergi, lalu para gerilyawan kembali.
Sebagian besarnya adalah permainan angka. Sebelum puluhan ribu prajurit AS datang di selatan Afghanistan tahun lalu, jumlah prajurit Kanada yang ada tidak cukup untuk mempertahankan wilayah yang ditaklukkan. Mereka menyebar dalam unit tempur yang berjumlah terlalu sedikit.
Keputusan Presiden AS Barack Obama mengirimkan tambahan 30.000 prajurit ke selatan Afghanistan memungkinkan militer Kanada berkonsentrasi di Panjwaii, Dand, dan Daman.
Fokus militer Kanada utamanya terletak pada dua bagian Panjwaii. Salah satunya disebut Tanduk Panjwaii yang terletak di ujung paling barat kawasan itu. Satunya lagi dikenal dengan nama Segitiga Taliban, kawasan antara tiga desa tempat gerilyawan dulu bisa bergerak bebas.
Di kawasan-kawasan itulah pasukan Kanada meningkatkan perang urat saraf. Sejumlah iklan radio, papan iklan, serta selebaran berisi desakan untuk warga setempat agar memberitahukan lokasi bom rakitan atau IED.
Mayor Benoit Mainville, kepala tim operasi psikologi militer Kanada, mengatakan bahwa jika ada fokus terhadap Panjwaii, itu karena pemerintahan dan keamanan setempat lebih stabil di distrik-distrik lain.
"Saya memfokuskan aset-aset saya di tempat yang dihuni lebih banyak pemberontak, lebih banyak ketidakstabilan, dan lebih banyak ketidakpercayaan," kata Mainville.
Ia tidak mengatakan ada berapa orang dari timnya yang beranggotakan lima orang yang bertugas di Panjwaii. Tapi, Mainville mengatakan bahwa upaya mereka utamanya ditujukan di Segitiga Taliban dan Tanduk Panjwaii.
Menempatkan orang yang tepat di posisi berkuasa juga merupakan bagian dari rencana mereka.
Ada perebutan kekuasaan di Panjwaii antara gubernur distrik saat ini, Haji Baran, dan seorang pemimpin suku berpengaruh bernama Haji Fazluddin Agha, salah seorang sekutu politik paling penting bagi Presiden Hamid Karzai. (dn/yh) www.suaramedia.com

Post a Comment