Hadi menekankan bahwa Islam selalu mengajarkan umat Islam untuk menghormati dan melindungi hak-hak non-Muslim.
"Harus ada perubahan paradigma dan kita tidak bisa seperti UMNO yang sengaja mengabaikan tetangganya, MCA dan MIC (partai etnis Cina dan India). Mereka dapat dengan mudah melupakan dan mengabaikan tetangga mereka. Hal ini menunjukkan politik tidak logis mereka.
"Kita harus menyadari bahwa non-Muslim adalah bagian dari Malaysia dan Islam mengajarkan kita bagaimana untuk memerintah negara dengan masyarakat yang multi-agama," katanya pada pertemuan lebih dari 8.000 pendukung PAS di Stadion Malawati Ahad malam kemarin (9/1).
Hadi berpendapat bahwa koalisi dengan Pakatan Rakyat (PR) melambangkan pergeseran paradigma dalam politik PAS.
"Islam tidak hanya mengajarkan kita untuk menghormati umat Islam tetapi juga non-Muslim dan tempat-tempat ibadah mereka. Ini bukan janji dari PAS atau PKR melainkan dari Allah.
"Pakatan Rakyat telah sukses dan kami ingin hal ini dipertahankan dan diperkuat. Mudah-mudahan Allah akan memberi kita kemenangan dalam pemilihan umum, "katanya.
Pesan inklusivitas politik Hadi datang setelah adanya laporan bahwa PAS berusaha untuk menghidupkan kembali pembicaraan kesatuan dengan UMNO.
Sebelumnya Hadi bertemu dengan Datuk Seri Anwar Ibrahim untuk merapatkan barisan.
Puncak agenda untuk pertemuan antara Pimpinan opisis Anwar dan Presiden PAS adalah audiensi makan malam dengan yang diPertuan agung Malaysia, yang dihadiri oleh Hadi, pemimpin spiritual PAS Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat, wakil presiden PAS Nasharudin Mat Isa dan dua petinggi UMNO.
Makan malam itu dilihat sebagai upaya lain untuk menghidupkan kembali pembicaraan tentang politik kerjasama dengan UMNO dalam nama Melayu / persatuan Muslim, meskipun keduanya, presiden UMNO Datuk Seri Najib Razak dan Nik Aziz menolak untuk mengomentari pertemuan itu.
Namun Hadi mengatakan kepada pendukungnya Ahad malam kemarin bahwa Islam selalu akan tetap mengakhiri politik partai.
"Akan ada orang yang mempertanyakan hubungan antara agama dan politik. Hal ini menunjukkan bahwa orang itu tidak tahu Islam meskipun ia adalah seorang Muslim, "katanya.
"Allah telah memperingatkan kita bahwa kita harus berada di jalan yang benar dan tidak mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengerti. Ada orang yang ingin cepat dan mudah dan menang dengan rute mudah. Dan ada orang-orang yang tidak yakin akan menang dan percaya bahwa mereka lemah.
"Kita harus sabar dan mengambil rute yang tepat," katanya.(fq/malaysiatoday)

Post a Comment