Ketua parlemen Iran itu berada di Abu Dhabi untuk menghadiri Pertemuan tingkat tinggi Uni Antarparlemen Negara Islam (IIPU).
Dalam pidatonya, Al Dhahiri memuji kehadiran Larijani pada pertemuan IIPU dan menyoroti pengaruh Iran dalam dunia Islam.
Perwakilan Emirat menyatakan jika hasil dari pertemuan IIPU seharusnya dapat melayani umat Muslim dan menghadirkan para sarjana yang akan membantu mempromosikan persatuan Negara-negara Islam.
Al Dhahiri juga menyinggung perkembangan terakhir di Libanon, yang menunjukkan bentuk optimisme jika rakyat Libanon akan mampu membentuk pemerintahan baru dalam waktu dekat.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Libanon runtuh pada Rabu, setelah para menteri mengundurkan diri dari kabinet atas ketegangan yang berasal dari penyelidikan AS ke dalam pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafiq Hariri dalam pemboman kembali di tahun 2005.
Krisis akibat campur tangan pemerintah AS dalam urusan internal Libanon ini telah menciptakan krisis baru di negeri, ujar seorang analis Timur Tengah mengatakan.
"Setelah pengunduran diri para menteri, kabinet dari Saad Hariri telah memasuki krisis baru karena berdasarkan Konstitusi Libanon pengunduran diri dari 11 menteri itu berarti runtuhnya kabinet," kata Hassan Hanizadeh, dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Rabu. [presstv/cam/hidayatullah.com]

Post a Comment