Inggris Terjunkan "Barbie Tempur" ke Afghanistan

LONDON (Berita SuaraMedia) – Barbie adalah sebuah merek boneka terkenal yang banyak dimainkan oleh anak-anak perempuan. Lantas, bagaimana jadinya jika Barbie dipergunakan dalam pertempuran? Sebuah hal yang bertolak belakang karena pertempuran identik dengan kekerasan, namun itu terjadi di Inggris. Tapi, Barbie yang dimaksud bukan boneka mainan tersebut melainkan nama julukan yang disematkan kepada seseorang.
Seorang mantan ratu kecantikan Inggris yang diberi julukan "Barbie Tempur" kini hendak dikirimkan ke medan tempur Afghanistan setelah ia kembali ke Angkatan Darat Inggris setelah merampungkan tugas-tugasnya sebagai ratu kecantikan.
Kopral Dua Katrina Hodge meninggalkan dinas militer aktif  demi catwalk yang diliputi keglamoran saat ia merebut gelar tersebut bulan Januari tahun lalu.
Tapi, setelah mahkota kecantikan tersebut sudah ia serahkan ke tangan lain, ia kini kembali menjalani pelatihan di Angkatan Darat dan bersiap-siap untuk kembali ditugaskan ke Afghanistan, paling awal di tahun depan.
Tidakkah ia takut kembali diterjunkan ke medan perang? Ternyata ia mengaku tidak merasa takut.
Prajurit yang sudah berumah tangga tersebut, yang diberi penghargaan atas keberaniannya di Basra, mengaku senang bisa kembali bertugas sebagai prajurit dan siap menghadapi tantangan itu.
"Pada akhirnya memang itu sudah menjadi tugas saya," kata sang mantan ratu kecantikan.
"Jika memang saya harus melakukan itu, maka saya akan melakukan itu," tambahnya.
Tapi, bukan berarti tidak ada ganjalan saat mengetahui bahwa dirinya mungkin saja diterjunkan ke Afghanistan.
"Memang sulit merasa senang pergi ke Afghanistan, tapi memang itu kenyataan dari pekerjaan kami. Tugas kami adalah berada di luar sana dan melindungi negara kami," katanya.
Kopda Hodge, 24, mengikat janji suci dengan suaminya, Neil, juga seorang prajurit yang nama depannya tidak dapat diungkapkan karena alasan keamanan.
Upacara pernikahan keduanya dihelat secara diam-diam di Sri Lanka pada bulan Juni tahun lalu.
Tiga bulan kemudian, saat masa tugasnya sebagai Miss England berakhir, ia kembali bergabung dengan resimen pasukan baru dan kembali menjalani kehidupan militer.
Di antaranya termasuk melakukan latihan selama sebulan penuh dan pelatihan keras untuk melatih kecepatannya.
"Saya tak akan berbohong, memang sulit rasanya kembali," katanya.
Hodge mendapatkan gelar tersebut menjelang akhir tahun 2009 setelah sang pemenang kontes terlibat perkelahian di kelab malam dan dicopot gelarnya.
Karena Hodge merupakan pemenang kedua, maka gelar itu pun secara otomatis jatuh ke tangannya.
"Barbie Tempur" membuat terkejut dunia militer dan model karena kemampuannya mengombinasikan dua dunia tersebut.
"Saya suka saat bekerja tanpa make up dan berguling-guling di lumpur," katanya. "Tapi, saya juga senang tampil glamor dan seperti wanita umumnya. Menjadi Miss England adalah impian yang jadi kenyataan. Tapi, saya bukan hanya mewakili negara ini, saya mewakili Angkatan Darat Inggris," kata Hodge setelah mengetahui dirinya mendapat gelar ratu kecantikan 2009 lalu. (dn/bt/dm) www.suaramedia.com