Ribuan Warga Inggris Menuntut Akhiri Perang "Mahal, Tidak Masuk Akal & Bodoh" di Afghanistan
Syabab.Com - Perang tentara asing di Afghanistan adalah kejahatan. Pertemuan tingkat NATO di Lisbon adalah pertemuan para penjahat perang. Ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa di London mengecam kehadiran militer Inggris di Afghanistan serta seruan untuk mengakhiri cepat atas kebijakan perang NATO.
Aksi protes yang berjudul "Waktunya untuk Pergi" diorganisir oleh Stop the War Coalition, Campaign for Nuclear Disarmament (CND) dan British Muslim Initiative, harian Morning Star melaporkan.
Para demonstran juga dipimpin oleh Keluarga Militer yang menentang Perang berliku-liku melalui jalan-jalan menuju Trafalgar Square di mana mereka berkumpul serta berteriak "pasukan keluar" dari Afghanistan dan "Inggris keluar dari NATO".
Mereka membentangkan spanduk dan poster anti perang. Diantara mereka juga menyampaikan pesan "bebaskan palestina"
Keluar Sekarang Juga!
Pimpinan Stop the War, Andrew Murray mengatakan kepada kerumunan pengunjuk rasa bahwa pawai tersebut menyampaikan pesan "untuk memberitahu (Washington) DC, untuk memberitahu para penjahat perang pada pertemuan NATO di Lisbon, bahwa kita menginginkan pasukan kita keluar dari Afghanistan, tidak pada tahun 2014, tidak juga tahun 2013, tidak di 2012, kami ingin keluar sekarang juga!"
Wakil Presiden CND Bruce Kent mengatakan perang di Afghanistan adalah "mahal, tidak masuk akan dan bodoh".
"Saya cukup lama untuk mengingat kerajaan Inggris. Hari-hari itu sudah pergi. Kami bukan polisi dunia," ia menambahkan.
Kent menyatakan "penyesalam dan kesedihan" pada semua kehilangan hidup di konflik Afghan, dan menyalahkan para petinggir tentara Inggris.
"Saya menyalahkan para Jenderal. Mereka tidak seharusnya menerima perintah dari atasan mereka di saat mereka mengetahui bahwa itu adalah perang ilegal."
Sementara itu, Serikat berafiliasi dengan Kongres Serikat Buruh (TUC) termasuk University and College Union (UCU), mereka mendukung aksi protes.
Anggota eksekutif UCU Tom Hickey meminta kerumunan untuk membawa semua berbagai isu pemotongan sektor publik dan melanjutkan peran "untuk membangun kampanye bersatu" menentang pemerintah koalisi.
Sekjen CND Kate Hudson mengatakan "Pertemuan puncak NATO adalah membahas Afghanistan dan semua pihak mencari jalan keluar tanpa kehilangan muka. David Cameron mengatakan 2015, dan itu lima tahun itu terlambat."
"Afghanistan harus diperbolehkan untuk memimpin proses sendiri pembangunan perdamaian dan rekonsiliasi," katanya.
Perang di Afghan: Penjajahan!
Demikianlah, masyarakat dunia mengetahui kejahatan perang di Afghanistan oleh pasukan NATO. Mereka menuntut pasukan asing keluar dari negeri Muslim tersebut.
Namun, lagi-lagi para penguasa bertolak belakang dengan keinginan rakyatnya. Bahkan yang lebih bodoh, bila rakyat Inggris saja menolak perang, bagaimana bisa penguasa Afghanistan malah berjabat tangan dengan para penjajah. Semua hanya menunjukkan, jika di dalam sistem kapitalisme, para penguasa hanya berusaha untuk menyenangkan para pemilik modal.
Mereka sibuk menjajah negeri mereka, sementara negeri sendiri yang tengah menghadapi krisi dilupakan. Itulah cerminan kebobrokan sistem kapitalisme yang tengah runtuh.
Tentu saja, masyarakat dunia merindukan sebuah sistem yang damai dan mampu menyejahterakan dunia. Sistem Islam sebagai jawabannya yang diterapkan di bawah Naungan Khilafah. Orang-orang di Barat pun kini mulai melirik sistem Khilafah sebagai negara super power masa depan. [m/f/prstv/syabab.com]

Post a Comment