Syabab.Com - Pasukan teroris NATO membunuh seorang anak selama bentrokan dengan pasukan mujahidin di Afghanistan Selatan. NATO mengatakan dua anak ditangkap dalam dalam baku tembak antara pasukan asing dengan Taliban di distrik Zhari Kandahar. "Satu anak tewas dan satu terluka. Anak yang terluka secara medis dievakuasi ke fasilitas medis ISAF," kata aliansi pimpinan teroris AS dalam sebuah pernyataan hari Ahad.
Lebih dari 100.000 warga Afghanistan tewas sejak invasi penjajahan pimpinan negara AS pada tahun 2001.
Para pejabat Afghanistan termasuk Presiden Hamid Karzai sering mengutuk kehadiran pasukan asing pimpinan AS atas banyaknya korban sipil.
Hanya saja, sebagai pemimpin yang telah menjadi budak Amerika, tetap saja merestui kehadiran pasukan asing di negerinya. Buktinya, ia tidak sedikitpun mengerahkan tentara-tentaranya untuk mengusir penjajah yang telah lama menyengsarakan rakyat Afghanistan.
Pasukan asing pimpinan teroris Amerika di Afghanistan sedang melakukan operasi militer besar-besaran di Kandahar.
Para saksi mengatakan kepada Press TV bahwa pasukan NATO telah menjatuhkan banyak bom di desa-desa di mana para pejuang Muslim diduga bersembunyi, menimbulkan kerusakkan para pada harta benda milik warga sipil.
Korban jiwa warga sipil di tangan pasukan asing telah menyebabkan peningkatan dramatis sikap anti Amerika di negara yang dilanda penjajahan asing tersebut.
Saat ini, ada lebih dari 150.000 pasukan asing pimpinan Amerika berada di Afghanistan untuk mencengkramkan penjajahannya dan terus membunuhi kaum Muslim.
Sementara itu, Amerika Serikat, tanpa rasaa bersalah terus menerus mengkampanyekan "war on terorism" yang tiada lain "perang terhadap Islam". Kampanye tersebut dianggap perlu, agar dunia Muslim lainnya tak membantu saudara mereka yang tengah dijajah.
Demikianlah, kejahatan Amerika Serikat telah nyata di depan mata dunia. Amerika Serikat dengan leluasa menjajah, menjarah dan membunuh kaum Muslim di Irak, Afghanistan dan sebagian wilayah Pakistan.
Sementara di dunia Muslim, Amerika Serikat, menutupi kejahatannya dengan mengkampanyekan "war on terorirsm". Tidak sedikit pula, kaum Muslim tak berdosa syahid di tangan pasukan yang telah dibeli Amerika Serikat.
Inilah keadaan, ketika kaum Muslim tak memiliki sebuah perisai di mana umat berlindung di belakangnya. Di manakah perisai umat itu kini. Sejak Khilafah, institusi pemersatu umat berhasil dibubarkan oleh antek-antek Barat, sejak itulah penjajahan demi penjajahan menimpa kaum Muslim.
Sudah saatnya, kaum Muslim bangkit dan bersatu mengambil kembali Islam sebagai jalan hidup di dalam setiap aspek kehidupan. Hanya inilah satu-satunya cara untuk mengembalikan kemuliaan umat seperti di zaman dulu ketika Khilafah tegak.
Insya Allah, tidak akan lama lagi, Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan metode kenabian akan tegak kembali. Hari ini, bendera-bendaranya telah dikibarkan di seluruh penjuru dunia. Pada saat itulah, Islam dengan nyata memancarkan rahmat bagi seluruh alam. Takbir! [m/f/z/prstv/syabab.com]

Post a Comment