Para Penjajah Siapkan Tentara Afghanistan Bermental Terjajah!
Syabab.Com - Para penjajah tentu tidak akan pernah meninggalkan daerah jajahannya, kecuali setelah mereka mempersiapkan diri agar penjajahan terus berlanjut. Demikianlah yang terjadi sejak penjajahan Barat mencaplok negeri-negeri kaum Muslim. Apa yang terjadi hari ini juga tak jauh berbeda. Pasukan asing tidak akan meninggalkan Afghanistan, kecuali setelah pasukan penjajah menciptakan warga setempat menjadi bermental terjajah.
Keberadaan pasukan di Afghanistan dan Irak tidak lain adalah untuk mencengkramkan penjajahan kapitalisme global atas negeri Muslim tersebut. Untuk menjalankan penjajahannya tersebut, Barat membuat kampanye "perang melawan terorisme" yang tidak lain adalah terorisme sendiri yang terjadi. Lebih dari sejuta orang tewas sejak penjajahan di negeri tersebut.
Sebut saja, Kanada akan mengirim sebanyak 950 pelatih militer ke Afghanistan untuk membantu tentara Afghanistan mengambialih keamanan setelah tentara tempur Kanada keluar dari negara itu tahun depan, demikian kata beberapa menteri, Selasa.
"Sejak misi itu dimulai, Kanada, bersama dengan mitra-mitra internasional kami, telah membantu melatih dan menasehati sekitar 50.000 tentara Afghanistan," jelas Menteri Pertahanan Peter MacKay pada konferensi pers yang diapit oleh Menteri Luar Negeri Lawrence Cannon dan Menteri Pembangunan Internasional Bev Oda, sebagaimana dikutip dari AFP
"Misi pelatihan bukan-tempur pasca-2011 akan terus menyumbang pada tujuan untuk mempersiapkan Afghanistan guna memikul tanggungjawab atas keamanan mereka sendiri," kata MacKay.
"Warisan pasukan Kanada di Afghanistan akan bertahan dalam kemampuan profesional Pasukan Keamanan Afghanistan untuk memberikan lingkungan yang lebih aman dan stabil pada rakyat Afghanistan."
Kanada sekarang ini memiliki 2.800 tentara tempur di Afghanistan. Mereka telah diperintahkan oleh parlemen untuk pulang pada pertengahan 2011 setelah sembilan tahun berusaha membasmi gerilyawan sebagai bagian dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Para pelatih militer itu sebagian besar "dipusatkan di sekitar Kabul", akan melakukan pekerjaan di dalam kelas dan instruksi lainnya dalam "menangani senjata api, pelatihan fisik, tipe latihan yang kami lakuka , sebenarnya, di markas-markas di sini di Kanada," kata MacKay.
"Itu akan mencakup hal-hal seperti latihan keahlian menembak, infantri, lapis baja, artileri dan logistik. Kami mungkin akan melakukan beberapa pelatihan khususc dengan pesawat terbang, tergantung pada apa perlengkapan yang Afghanistan sediakan ... untuk memberikan keterampilan yang pasukan keamanan Afghanistan perlukan untuk melakukan tugas yang akan kami kerjakan untuk mereka," katanya.
"Tidak akan ada kepenasehatan" di medan tempur, ia menambahkan.
Kanada akan tetap di Afghanistan hingga 2014, kata para menteri itu. Mereka memperkirakan biaya misi pelatihan itu, dan juga bantuan pembangunan, diplomasi regional dan bantuan kemanusiaan sebesar 700 juta dolar per tahun. Empatpuluh-lima polisi Kanada juga akan terus melatih para pejabat polisi Afghanistan, menurut satu pernyataan.
Demikianlah, umat yang sebenarnya keturunan para pasukan yang gagah dan terlatih seperti Khalid bin Walid, kini akan dicekoki oleh penjajah sehingga muncul kaum Muslim bermental penjajah. Ini menunjukkan hilangnya harga diri dan kewibawaan umat. Semua terjadi, ketika kaum Muslim melepaskan Islam, sehingga kemuliaan pun lenyap.
Tetapi, penderitaan akan segera berakhir. Kaum muslim di seluruh dunia hari ini tengah bangkit. Mereka menyadari, berbagai keterpurukan yang terjadi adalah akibat dari abainya mereka terahadap Islam. Kaum Muslim bahu-membahu di seluruh dunia kembali kepada syariah dan mereka mengingkan Khilafah sebagai perisai umat, kecuali bagi segelintir orang bermental terjajah yang tak menginginkannya. Insya Allah, tidak akan lama lagi! [m/f/ant/syabab.com]

Post a Comment