Untuk meluapkan perasaan mereka terhadap Amerika Serikat, rakyat Irak menggunakan sepatu bergambar Presiden Barack Obama di kaki mereka, bahkan menginjak-injak ketanah gambar tersebut.
Mengutip dari sebuah kantor berita Timur Tengah untuk jaringan berita televisi "CNN" Amerika, yang disiarkan pada hari Senin kemarin (8/11), dilakukan wawancara dengan salah seorang penjual sepatu di Jalan Al-Rashid, salah satu jalan tertua di ibukota Irak Baghdad, di mana penjual sepatu itu menyatakan bahwa ia telah menjual sepatu bergambar Obama ini sekitar satu tahun setengah yang lalu.
Sepatu "Obama" ini mulai booming selama hampir 3 bulan di jalan-jalan kota, dan di impor dari China sesuai model yang disukai.
Penjual menyatakan kepada para pembeli sepatu, bahwa hal ini tidak berarti suatu penghinaan kepada Presiden Obama, tetapi merupakan makna simbolik yang mengekspresikan perasaan rakyat Irak terhadap Amerika Serikat dan kebijakan mereka.
Terutama tentang negara mereka, seperti yang terjadi pada pendahulunya, George George W. Bush dalam insiden yang terkenal di mana wartawan Irak Zaidi melemparkan sepatu ke arah Bush.
Para penjual sepatu menunjukkan bahwa jaringan kecil warga Irak akan selalu mengingat hari-hari ketika negara mereka yang secara ekonomi makmur, dan kemudian harus berkabung untuk status yang tidak jelas dan membutuhkan lebih kurang waktu 8 bulan untuk pemerintahan yang stabil. Rakyat Irak menyalahkan semua hal tersebut pada Amerika Serikat.(fq/allvoices)
Sepatu "Obama" ini mulai booming selama hampir 3 bulan di jalan-jalan kota, dan di impor dari China sesuai model yang disukai.
Penjual menyatakan kepada para pembeli sepatu, bahwa hal ini tidak berarti suatu penghinaan kepada Presiden Obama, tetapi merupakan makna simbolik yang mengekspresikan perasaan rakyat Irak terhadap Amerika Serikat dan kebijakan mereka.
Terutama tentang negara mereka, seperti yang terjadi pada pendahulunya, George George W. Bush dalam insiden yang terkenal di mana wartawan Irak Zaidi melemparkan sepatu ke arah Bush.
Para penjual sepatu menunjukkan bahwa jaringan kecil warga Irak akan selalu mengingat hari-hari ketika negara mereka yang secara ekonomi makmur, dan kemudian harus berkabung untuk status yang tidak jelas dan membutuhkan lebih kurang waktu 8 bulan untuk pemerintahan yang stabil. Rakyat Irak menyalahkan semua hal tersebut pada Amerika Serikat.(fq/allvoices)

Post a Comment