"Siang tadi saya melihat pergerakan saham PT Krakatau Steel. Setelah penutupan, sebagai rakyat Indonesia saya marah betul melihat lagi-lagi BUMN kita diobral murah. Omong kosong dengan prosedur sudah benar," ujarnya, Rabu (10/11).
Drajad menilai, upaya underwriters dengan memberikan jatah terhadap asing sebesar 35 persen untuk mencari investor yang berkualitas hanya omong kosong. "Buktinya Credit Suisse melepas saham dalam jumlah besar hari ini. Baru satu sesi saja investor yang membeli saham Krakatau melalui Credit Suisse sudah mengeruk untung besar. Jelas mereka bukan quality investor," tegasnya.
Menurutnya perampokan melalui pasar modal ini harus dibongkar. Periksa semua orang, baik pejabat negara maupun underwriters dan selling agent yang terlibat dalam IPO KS. "Periksa semua orang," pinta Drajad. REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--

Post a Comment