TIPU-TIPU ALA KRISTEN....SEDIKIT FLASHBACK MEMBONGKAR KELICIKAN DAN KEBOHONGAN PARA DOMBA

1- Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Yusuf Roni

 

Tahun 1974, GPIB Maranatha Surabaya digegerkan oleh kasus pelecehan agama oleh Pendeta Kernas Abubakar Masyhur Yusuf Roni. Dalam ceramahnya, sangpendeta itu mengaku ngaku sebagai mantan kiyai, alumnus Universitas IslamBandung dan pernah menjadi juri MTQ Internasional. Dia tafsirkan ayat-ayatAl-Qur’an secara sangat ngawur. Kaset rekaman ceramah tersebut kemudiandiedarkan secara luas kepada umat Islam.

 

TERNYATA BOHONG SEMUA……….BOHONG BESAR !!!

Kesaksian yang indah dan memikat itu sempat menggegerkan umat karena ditobatkan di gereja-gereja lalu kesaksian tersebut direkam dan diedarkan kekalangan muslim di Kalimantan, Surabaya, Bandung, Jakarta, Malang danbeberapa kota besar lainnya. Tetapi ternyata …pendeta Jusuf Roni berbohongdalam kesaksiannya. Bohongnya tak tanggung tanggung besar …sekali..!!!

 

-2- Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Hagai Ahmad Maulana—————————————————-

Pendeta penipu yang yang menamakan dirinya Hagai Ahmad Maulana ini mengakusebagai putra kandung kesayangan KH. Kosim Nurzeha. Ceramahnya di gereja punberedar luas di kalangan masyarakat. Setelah diselidiki, terkuaklahkebohongan besar pendeta Hagai Ahmad Maulana. Sebab belum pernah istri KH.Kosim Nurzeha melahirkan Ahmad Maulana.

 

-3- Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Willy Abdul Wadud Karim Amrullah—————————————————————–

Di Padang, trik yang sama dipakai untuk menggoyang akidah umat. Seseorangyang menamakan dirinya Pendeta Willy Abdul Wadud Karim Amrullah, namanyamenjadi naik daun di dunia pemurtadan Kristenisasi, setelah mangaku adikkandung ulama besar pakar tafsir, Yang Mulia Almarhum Buya Hamka.

Orang awam banyak yang percaya tanpa cek dan ricek. Langsung yakin begitusaja dengan pengakuan bahwa adik kandung Buya Hamka itu sudah murtad keKristen.

Setelah diselidiki, ternyata pengakuan itu adalah kebohongan yang sangatbesar. Salah seorang putra Buya Hamka menyatakan bahwa sepanjang hayatnya,dia tidak pernah punya paman yang namanya Willy Abdul Wadud Karim Amarullah.

-4- Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Danu Kholil Dinata—————————————————

 

Di Cirebon, murtadin Danu Kholil Dinata Ev. Danu Kholil Dinata aliasTheofilus Daniel alis Amin Al Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam,yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islamdi STAI Cirebon. Setelah dilacak, ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian adalah PALSU. Ternyata Pendeta Danu telah mencuri ijazah darialumnus STAI Cirebon yang bernama To’at, dan kemudian foto serta namanyadiganti dengan foto dan nama dirinya (Danu Kholil).

-5- Pendeta YANG MENGAKU BERNAMA Mohammad Filemon————————————————-

 

Pendeta penipu yang satu ini mengaku telah membaptis Kyai sejuta umatKH.Zainuddin MZ yang dikatakannya telah masuk Kristen. Namun kemudian ternyata pengakuannya itu bohong belaka, lagu lama penipuan khas pendetasejak jaman dulu. KH.Zainuddin MZ sendiri mengaku kecewa dan merasa SANGAT TERHINA diberitakan masuk ke dalam agama Kristen (;baca: agama hina).Setelah kasus fitnah ini dilaporkan ke polisi Pendeta Filemon langsung kaburdan hingga kini masih buron. Setelah diselidiki lebih mendalam ternyata nama asli pendeta “Mohammad Filemon” adalah Ambri Setiawan.

 

Para murtadin pembohong lainnya adalah Hamran Ambrie, Drs. H. A. PoernomoWinangun alias Drs. H. Amos, Ali Makrus, Ev Hj. Christina Fatimah alias Tin Rustini(nama asli dikampung Sutini alias Bu Nonot, Pdt. Rudy Muhammad Nurdin, Pdt.M. Mathius, Pdt. Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F. Intan Duana PakenNata Sastranagara (Ev. Ivone Felicia IDp.). Mengaku telah mengkristenkan 60kiyai Banten, dll. Yang mana kesemuanya ini adalah bohong belaka, memang kebiasaan ngibul itu sudah kronis menggerogoti orang Kristen.

 

Al-Qur’an sendiri sudah berpesan agar mencek baik-baik setiap berita yangdibawakan oleh orang Kristen.

Sebab biasanya bohong belaka:

[49.6] Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasikmembawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidakmenimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yangmenyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

sumber  ( The Return Of GIKP )